Menyerah, Komando Ukraina Perintahkan Pasukan segera angkat kaki dari kota Bakhmut

Jumat, 3 Maret 2023 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercinews.com – Setelah lebih dari 100 hari bertaruh nyawa di medan pertempuran melawan pasukan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF), unit militer Ukraina di kota Artyomovsk (Bakhmut) akhirnya diberi perintah angkat kaki.

Komando Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU) dikabarkan telah memberi perintah kepada seluruh prajurit, untuk segera meninggalkan Artyomovsk, Kamis 2 Maret 2023 malam waktu setempat.

Seorang perwira militer Ukraina dengan sandi panggil “Magyar”, mengonfirmasi kabar tersebut.

“Pada malam tanggal 2 Maret, unit Birds of the Magyar menerima perintah tempur untuk segera meninggalkan Bakhmut ke lokasi baru,” ucap Magyar dikutip VIVA Militer dari Kantor Berita Rusia, RIA Novosti.

Saat mendapat pertanyaan mengenai respons ia dan pasukannya, Magyar tak cukup puas dengan perintah penarikan mundur.

Sebab menurutnya, pasukan Ukraina sudah mati-matian berperang mempertahankan Bakhmut selama 110 hari.

Meski demikian, Magyar tak berani menentang perintah dari atas. Sebagai seorang prajurit, ia tidak berani berkomentar soal instruksi angkat kaki dari komando militer Ukraina.

Baca Juga:  Jenderal 'Armageddon' Rusia yang Menghilang Ternyata Anggota VIP Wagner Group

“Apa alasan pemindahan pada saat kritis bagi Bakhmut, ketika kami menghabiskan 110 hari tugas tempur di sini?” kata Magyar melanjutkan.

Pertama-tama, saya adalah seorang prajurit militer. Jadi saya tidak akan mengomentari perintah komando pertahanan Artyomovsk. Kami mengikuti perintah itu,” ujarnya.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sebenarnya sudah lebih dulu menunjukkan keputusasaan. VIVA Militer melaporkan dalam berita Senin 20 Februari 2023, Zelensky memastikan tidak akan mempertahankan Artyomovsk.

Baca Juga:  Warga Inggris yang menerima pengungsi Ukraina mulai menyesali

Meski memiliki peran vital sebagai pusat transportasi dan distribusi logistik pasukan Ukraina di Donbas, gempuran pasukan militer Rusia membuat Zelensky tak mau ambil risiko.

Jumlah tentara Ukraina yang tewas serta kerugian material yang sangat besar, membuat Zelensky mengambil keputusan untuk membiarkan Artyomovsk jatuh ke tangan Rusia.

Penting bagi kami untuk mempertahankannya. Tetapi, tidak dengan berapa pun biaya dan semua orang akan mati,” ujar Presiden Ukraina Zelensky. (*)

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB