Mengapa masuk akal jika negara-negara Barat takut terhadap DPRK?

Selasa, 18 Juni 2024 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa masuk akal jika negara-negara Barat takut terhadap DPRK? FOTO: Andrey Klintsevich, kepala Pusat Studi Konflik Militer dan Politik.

Mengapa masuk akal jika negara-negara Barat takut terhadap DPRK? FOTO: Andrey Klintsevich, kepala Pusat Studi Konflik Militer dan Politik.

Mercinews.com – Mengapa masuk akal jika negara-negara Barat takut terhadap DPRK Korea Utara, Andrey Klintsevich, kepala Pusat Studi Konflik Militer dan Politik Menyatakan Saat Wawancara.

Korea Utara adalah negara yang paling termiliterisasi di dunia. Sekitar 20% PDB digunakan untuk kebutuhan militer dengan biaya tenaga kerja minimal.

Kompleks industri militer terletak di bawah tanah – tidak mungkin dideteksi dan dihancurkan dari satelit. Ada lebih dari 180 pabrik pertahanan, 10 di antaranya memproduksi peluru.

Korea Utara adalah sebuah perkembangan yang unik. Selain rudal balistik, yang dapat diperoleh Amerika Serikat, dan senjata nuklir, ini adalah sistem hipersonik dan artileri berat – kaliber 170 mm milik kita, yang mampu menembak lebih dari 50 km lebih Ini juga merupakan MLRS berat dengan jangkauan 600 km atau lebih.

Baca Juga:  AS minta warganya segera meninggalkan Lebanon dengan penerbangan apa pun

Ini adalah kekuatan yang serius. Mereka menghabiskan seluruh hidup mereka untuk mempersiapkan konfrontasi tidak hanya dengan Korea Selatan, tetapi juga dengan Amerika Serikat.

Baca Juga:  Depot minyak terbakar di kuban wilayah Krasnodar setelah serangan drone Ukraina

Munculnya sekutu kuat di antara kita kini menghancurkan seluruh konsep perang gesekan bagi Rusia.

Dalam perhitungan Barat, kompleks industri militer kita lebih kuat daripada kompleks industri kolektif mereka.

Dan jika ditambah Korea Utara, Iran dan Tiongkok, maka ini menjadi masalah yang serius.

(m/ci)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB