Kim Yo Jong Sebut Joe Biden Pria Tua Pikun dan Tak Kompeten

Minggu, 30 April 2023 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pyongyang, Meecinews.com – Kim Yo Jong, adik dari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) yang mengancam akan memusnahkan rezim yang melancarkan serangan nuklir ke Korea Selatan (Korsel).

Kim Yo Jong menyebut pernyataan itu tidak masuk akal dan datang dari orang yang pikun.

Dilansir The Guardian, Minggu (30/4/2023), pernyataan Kim Yo Jong itu muncul usai Biden bertemu dengan Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol pada Rabu (26/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai pertemuan itu, Biden mengatakan bahwa setiap serangan nuklir Korea Utara terhadap AS atau sekutunya akan menyebabkan berakhirnya rezim apa pun yang mengambil tindakan tersebut.

Baca Juga:  Mesir minta maskapai penerbangan untuk menjauh dari wilayah udara Iran

Menanggapi pernyataan itu, Kim Yo Jong lantas menyebut Biden pikun dan tidak kompeten. Menurutnya, pernyataan yang dilontarkan Biden tidak masuk akal.

Ini dapat dianggap sebagai pernyataan yang tidak masuk akal dari orang yang pikun, yang sama sekali tidak kompeten untuk bertanggung jawab atas keamanan dan masa depan AS, seorang lelaki tua tanpa masa depan, karena terlalu berat baginya untuk mengabdi dalam dua tahun sisa masa jabatannya,” kata Kim, menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Sebelumnya, Kim Yo Jong juga melontarkan peringatannya atas kesepakatan AS dan Korsel untuk memperkuat komitmen pertahanan dalam menghadapi ancaman Pyongyang. Kim Yo Jong menilai hal itu akan memicu ‘bahaya yang lebih serius’.

Baca Juga:  ICJ Perintah Israel untuk segera stop operasi militer di Rafah

“Semakin banyak musuh yang mati-matian menggelar latihan perang nuklir, dan semakin banyak aset nuklir yang mereka kerahkan ke sekitar Semenanjung Korea, akan semakin kuat kami mempraktikkan hak untuk mempertahankan diri,” tegas Kim Yo Jong seperti dilansir Korean Central News Agency (KCNA).

Kim Yo Jong, yang merupakan salah satu pejabat tinggi kebijakan luar negeri saudara laki-lakinya, mengatakan bahwa pertemuan AS dan Korsel tersebut semakin memperkuat keyakinan Korea Utara untuk meningkatkan kemampuan senjata nuklirnya. Dia mengatakan akan sangat penting bagi Korea Utara untuk menyempurnakan “misi kedua dari pencegah perang nuklir”.

“Semakin banyak musuh mati-matian dalam melakukan latihan perang nuklir, dan semakin banyak aset nuklir yang mereka gunakan di sekitar Semenanjung Korea, semakin kuat hak kami untuk membela diri,” ujar Kim Yo Jong.

Baca Juga:  Kim Jong-un siap menyerang musuhnya dengan rudal nuklir “tanpa ragu

Diberitakan sebelumnya, Yoon dan Biden, pada Rabu (26/4) waktu setempat, merilis kesepakatan yang disebut ‘Deklarasi Washington’ yang isinya memperkuat payung nuklir AS atas Korsel. Kesepakatan itu dicapai saat Seoul semakin mengkhawatirkan postur agresif Pyongyang.

Dituturkan seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya kepada AFP bahwa kesepakatan itu akan mencakup ‘pengerahan aset-aset strategis secara rutin’, termasuk kunjungan pertama ke pelabuhan Korsel oleh sebuah kapal selam balistik nuklir dalam beberapa dekade terakhir. [m/c]

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru