Kemenko Polkam dan BRIN Bahas Riset Keterpaparan Mahasiswa terhadap Ideologi Ekstrem

Rabu, 16 Juli 2025 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi V Bidang Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam saat audiensi dengan Tim Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu (16/7/2025).(Foto:Dok.Kemenko Polkam)

Deputi V Bidang Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam saat audiensi dengan Tim Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu (16/7/2025).(Foto:Dok.Kemenko Polkam)

“Penanganan tidak cukup hanya melalui pengawasan media sosial, tetapi juga perlu dilakukan pembinaan sejak usia dini melalui jalur pendidikan, keluarga, dan lingkungan komunitas.”

Jakarta, Mercinews.com – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi V Bidang Komunikasi dan Informasi menerima audiensi dari Tim Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu (16/7). Pertemuan tersebut membahas hasil riset mengenai keterpaparan mahasiswa terhadap ideologi ekstrem melalui media sosial.

Siaran pers Kemenko Polkam menyebutkan, Tim BRIN menyampaikan bahwa penelitian dilakukan selama periode 2022 hingga 2024 di 32 perguruan tinggi di berbagai daerah, dengan melibatkan sekitar 400 responden mahasiswa di setiap kampus.

Berdasarkan temuan awal, sekitar 11 – 13 persen responden mengaku pernah terpapar konten anti-Pancasila, bahkan sebagian menyatakan bahwa Pancasila tidak lagi relevan dan dianggap bertentangan dengan syariat Islam.

BRIN menilai media sosial sebagai salah satu saluran utama penyebaran ideologi ekstrem kepada generasi muda. Karena itu, tim peneliti mengusulkan perlunya koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta mendorong Kemenko Polkam sebagai motor penggerak dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan nasional yang bersifat preventif dan edukatif.

Baca Juga:  Marsma Fajar Adriyanto Gugur Saat Latihan: Selamat Jalan Patriot Dirgantara

Menanggapi hal tersebut, Kemenko Polkam menyambut baik hasil riset BRIN dan menekankan perlunya pendekatan menyeluruh dalam pembinaan ideologi kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Penanganan tidak cukup hanya melalui pengawasan media sosial, tetapi juga perlu dilakukan pembinaan sejak usia dini melalui jalur pendidikan, keluarga, dan lingkungan komunitas,” ujar Asisten Deputi Media, Komunikasi, dan Informasi Kemenko Polkam dalam pertemuan tersebut.

Kemenko Polkam juga mendorong BRIN untuk menjalin sinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), yang memiliki peran koordinatif terhadap Kemendikbudristek, Kementerian Agama, dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), khususnya dalam upaya penguatan ideologi kebangsaan dan ketahanan informasi di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Baca Juga:  Pakar Sebut Saksi Aep dalam Kasus Pegi Setiawan Diduga Lakukan Keterangan Palsu

Audiensi tersebut turut merekomendasikan pentingnya pembentukan forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna merumuskan strategi nasional yang terpadu dalam memperkuat ketahanan ideologis generasi muda, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital.(01)

Berita Terkait

Laporan Setahun Belum Jelas, Kuasa Hukum Hedy Soewito Minta Perlindungan Hukum Kapolri
MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 14:21 WIB

Laporan Setahun Belum Jelas, Kuasa Hukum Hedy Soewito Minta Perlindungan Hukum Kapolri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Berita Terbaru