MERCINEWS.COM – Kunjungan sejumlah tokoh masyarakat Indonesia ke Kota Yingde, Provinsi Guangdong, China, mengungkap keberadaan Kampung Indonesia yang hingga kini masih menjaga bahasa dan budaya Nusantara. Di kawasan Distrik Donghua, sapaan dalam Bahasa Indonesia terdengar akrab, menghadirkan suasana layaknya berada di tanah air.
Kunjungan tersebut diinisiasi oleh Songgowati Tjoeng dengan dukungan Syahrial Efdy. Keduanya merupakan Penasihat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan juga diikuti Ketua Umum Majelis Mahayana Indonesia (MAHASI) Andi Rojali, yang juga menjabat Wakil Ketua INTI Jakarta Utara, Ketua Gerakan Rumah Kebangsaan Prof Darmadi Durianto, serta Vindya Rosi Tria dan Yuliani Widjaja.
Setibanya di Yingde, rombongan disambut hangat oleh warga Kampung Indonesia. Hadir pula Huang Huilan yang dikenal sebagai penggerak pelestarian budaya Nusantara di wilayah tersebut, serta sosok yang akrab disapa Ibu Bunga dan Pak Lemper. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kehangatan.
Momen haru terjadi saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Usai lagu kebangsaan, warga bersama rombongan menyanyikan sejumlah lagu daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Kebersamaan tersebut memunculkan rasa bangga dan haru di antara para peserta pertemuan.
Songgowati Tjoeng tampak meneteskan air mata haru. Ia mengaku terkesan melihat bagaimana identitas Indonesia tetap dijaga dengan penuh ketulusan meski berada jauh dari tanah air.
Di Kampung Indonesia Yingde, Bahasa Indonesia masih digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, terutama oleh generasi tua, yang kemudian diwariskan kepada anak dan cucu. Bahasa menjadi sarana penting dalam menjaga ingatan kolektif dan nilai-nilai kebangsaan.
Pelestarian budaya juga dilakukan melalui seni dan kuliner. Tarian Nusantara rutin dilatih oleh warga, sementara makanan khas Indonesia seperti klepon, lemper, nasi kuning, dan kue lapis tetap dihidangkan dalam berbagai kegiatan komunitas.
Andi Rojali mengapresiasi konsistensi warga Kampung Indonesia dalam menjaga jati diri kebangsaan. Menurutnya, jarak geografis tidak menghilangkan rasa cinta terhadap Indonesia.
“Kampung Indonesia di Yingde Guangdong menjadi bukti bahwa identitas Nusantara dapat hidup dan bertahan di mana pun,” kata Andi Rojali dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat warga kelahiran Indonesia di Yingde Guangdong.
“Sehat selalu dan salam hormat untuk orang-orang baik di Yingde. Terima kasih atas keramahan dan kisah-kisah yang menginspirasi,” ujarnya.(red)






