Israel Diduga Pakai WhatsApp untuk Targetkan Warga Sipil Gaza Palestina

Rabu, 24 April 2024 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mercinews.com – WhatsApp diduga digunakan untuk menargetkan warga Palestina lewat sistem kecerdasan buatan milik Israel yang kontroversial yakni Lavender, yang dikaitkan dengan kematian warga sipil Palestina di Gaza.

Mengutip laporan Arab News, Rabu (24/42024) diketahui bahwa jurnalis Yuval Abraham mengungkapkan penggunaan sistem AI oleh tentara Israel yang mampu mengidentifikasi target yang terkait dengan Hamas.

Pengungkapan ini yang didukung oleh enam petugas intelijen Israel yang terlibat dalam proyek tersebut, telah memicu kemarahan internasional karena menyatakan bahwa Lavender telah digunakan oleh militer untuk menargetkan dan melenyapkan seseorang yang dianggap sebagai tersangka dan seringkali mengakibatkan korban sipil.

Adapun, insinyur perangkat lunak dan aktivis Paul Biggar juga menyoroti ketergantungan Lavender pada WhatsApp. Dia menunjukan bahwa keanggotaan dalam group WhatsApp yang berisi tersangka militan dapat mempengaruhi proses identifikasi Lavender.

“Detail yang sedikit dibahas dalam artikel Lavender AI adalah bahwa Israel membunuh orang karena berada di grup WhatsApp yang sama dengan tersangka militan,” jelasnya, di mana pengguna sering kali berada dalam kelompok dengan orang asing atau saling berkenalan.

Baca Juga:  Serangan Israel Targetkan RS Indonesia di Gaza, Satu Staf Meninggal Dunia

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa perusahaan induk WhatsApp yakni Meta mungkin terlibat baik secara sadar ataupun tidak sadar dalam operasi tersebut.

Dia menuduh Meta berpotensi melanggar hukum humaniter internasional dan komitmennya terhadap hak asasi manusia, sehingga menimbulkan pernyataan tentang klaim privasi dan enkripsi layanan pesan WhatsApp.

Pengungkapan ini terbaru dari upaya Meta yang dianggap sebagai usaha untuk membungkam suara pro-palestina. Sejak sebelum konflik dimulai, Meta telah menghadapi tuduhan memiliki standar ganda yang menguntungkan Israel.

Pada laporan Februari 2024, diketahui bahwa Guardian melaporkan bahwa Meta sedang mempertimbangkan untuk memperluas kebijakan ujaran kebencian ke istilah “Zionis”.

Baca Juga:  Pintu Rafah Dibuka, 20 truk pengangkut Bantuan Kemanusiaan Masuk Gaza

Baru-baru ini, Meta diam-diam juga memperkenalkan fitur baru di Instagram yang secara otomatis membatasi paparan pengguna terhadap konten yang dianggapnya politis. Keputusan ini dikritik oleh para ahli sebagai cara untuk menyensor konten pro-Palestina secara sistematis.

Juru bicara WhatsApp juga mengatakan bahwa perusahaan tidak dapat memverifikasi keakuratan laporan tersebut.

“WhatsApp tidak memiliki pintu belakang dan tidak memberikan informasi massal kepada pemerintah mana pun,” terangnya. []

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB