Indonesia Mau Ekspor Listrik ke Singapura, Luhut Ajak Pengusaha China Ikutan

Senin, 17 Juni 2024 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Luhut Binsar Pandjaitan dan Menlu China Wang Yi.Foto: Dok, Kemenko Kemaritiman dan Investasi


 


Baca artikel detikfinance,

Menko Luhut Binsar Pandjaitan dan Menlu China Wang Yi.Foto: Dok, Kemenko Kemaritiman dan Investasi Baca artikel detikfinance, "RI Mau Ekspor Listrik ke Singapura, Luhut Ajak Pengusaha

Jakarta, Mercinews.com – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Singapura membutuhkan pasokan lisrik dari Indonesia. Oleh sebab itu, ia mengajak para produsen tenaga surya asal China ikut terlibat tersebut.

Salah satu caranya adalah dengan membangun pabrik panel tenaga surya di Indonesia.

“Terkait besarnya potensi tenaga surya yang kami miliki yakni sebesar 3000 GW, serta permintaan signifikan dari negara tetangga seperti Singapura sebesar 11 GW hingga tahun 2035, maka saya juga mendorong produsen tenaga surya dan supply chain Tiongkok untuk mendirikan pabrik di Indonesia,” kata Luhut di Instagram @luhut.pandjaitan dikutip Senin (17/6/2024).

Ajakan tersebut disampaikan Luhut saat bertem Menteri Luar Negeri China H.E Wang Yi di kawasan Geopark Changai Shan, China. keduanya membicarakan beberapa hal terkait usulan tiga arah kerjasama yang disepakati dalam pertemuan High Level Dialogue and Cooperation Mechanisme (HDCM) Indonesia-China keempat di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada April 2024.

Dalam pertemuan tersebut Luhut juga menekankan dua langkah penting dalam meningkatkan kerja sama Indonesia-China. Pertama, adalah pembentukan task force untuk mendorong kerja sama ketahanan pangan dan kesehatan.

Kedua, tiga bidang kerja sama pembangunan hijau, pembangunan digital, dan kesejahteraan rakyat diarahkan untuk implementasi berbagai MoU G2G yang telah ditandatangani pada 2023 lalu untuk bidang kerja sama ekonomi digital, transisi energi dan hilirisasi.

Baca Juga:  Drakor Terbaru "Connection" 2024, Kisah Kematian Teman SMA Tinggalkan Uang 5 Miliar

“Saya juga sampaikan agar perusahaan-perusahaan Tiongkok yang telah bekerjasama dengan Indonesia dalam investasi energi hijau, turut mengundang suppliernya untuk berinvestasi di tanah air. Khususnya industri baterai berbasis nikel untuk menggunakan produksi nikel di Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, Luhut juga menjelaskan bahwa dirinya meminta bantuan China untuk membantu upaya Indonesia dalam meningkatkan kualitas udara. Dalam hal ini adalah techinal assitance untuk penurunan polusi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap, selain itu Luhut juga mengundang pemerintah China untuk berpartisipasi dalam Indonesia International Sustainability Forum yang akan digelar pada 5-6 September 2024 mendatang.

Baca Juga:  Warga Aceh di Jakarta, Ayo Kunjungi Stand Aceh Besar di Inacraft 2023 JCC

Luhut menambahkan pada 2025 Indonesia dan China akan merayakan 75 tahun hubungan diplomatik. Ia pun berharap kedua negara tetap saling mendukung dan mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya bersama-sama.

“Seperti dua batang bambu yang tumbuh berdampingan kemudian menjulang mencapai langit. Sehingga model kemitraan strategis komprehensif yang kami jalin bersama selama ini, menjadi model percontohan rasa senasib sepenanggungan untuk mewujudkan masa depan bersama-sama bagi negara berkembang lainnya,” pungkasnya.

(m/ci)

Sumber Berita : detikcom

Berita Terkait

Kemenkum Bali Dukung Sinergi Kebijakan Ekonomi di Forum Tahunan BI 2025
PalmCo Sukses Raih ESG Awards 2025 Berkat Energi Terbarukan dan Tata Kelola Berkelanjutan
JKI 2025 Medan: PTPN IV dan UMKM Bersinergi Perkuat Ekonomi Lokal
Transformasi Bisnis Berbuah Manis, Dividen PalmCo Tembus Rp 1,5 Triliun
Garuda Indonesia Utamakan Efisiensi, Glenny Tunda Penambahan Pesawat Baru
Qomafi Farm Dorong Inovasi, Peternakan Rakyat Kian Jadi Penopang Ekonomi Desa
Glenny Kairupan: Tambahan Modal dari Danantara Jadi Tonggak Transformasi Garuda Indonesia
Rupiah Melemah, Dolar AS Menguat ke Level Rp 16.645

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:10 WIB

Kemenkum Bali Dukung Sinergi Kebijakan Ekonomi di Forum Tahunan BI 2025

Minggu, 30 November 2025 - 22:49 WIB

PalmCo Sukses Raih ESG Awards 2025 Berkat Energi Terbarukan dan Tata Kelola Berkelanjutan

Senin, 24 November 2025 - 23:43 WIB

JKI 2025 Medan: PTPN IV dan UMKM Bersinergi Perkuat Ekonomi Lokal

Kamis, 20 November 2025 - 21:11 WIB

Transformasi Bisnis Berbuah Manis, Dividen PalmCo Tembus Rp 1,5 Triliun

Sabtu, 15 November 2025 - 14:32 WIB

Garuda Indonesia Utamakan Efisiensi, Glenny Tunda Penambahan Pesawat Baru

Berita Terbaru