Indonesia Berperan Besar Membentuk Tata Kelola Global Berkeadilan

Kamis, 27 November 2025 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Prodi Magister Ilmu Politik FISIP UMJ Dr. Asep Setiawan saat tampil pada forum internasional dengan topik ASEAN Wisdom: Indonesia's Role in the

Dosen Prodi Magister Ilmu Politik FISIP UMJ Dr. Asep Setiawan saat tampil pada forum internasional dengan topik ASEAN Wisdom: Indonesia's Role in the "Global Governance Initiative" di ruang The China Space, Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa, 25 November 2025 (Foto: AS/FISIP UMJ)

Jakarta, Mercinews.com – Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam membentuk tata kelola global yang berkeadilan. Sejak awal kemerdekaan, Indonesia menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagaimana tercantum dalam konstitusi, yakni berpartisipasi dalam mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Hal tersebut disampaikan Dosen Program Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ), Dr. Asep Setiawan, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (27/5). Pernyataan itu juga ia sampaikan dalam forum internasional bertema ASEAN Wisdom: Indonesia’s Role in the Global Governance Initiative yang digelar di ruang The China Space, Masjid Istiqlal Jakarta, pada 25 November 2025.

Pembicara lain dalam forum tersebut ialah Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Taufik Rahman dan dosen President University Haryanto Aryodiguno, Ph.D. Diskusi dimoderatori Galby R. Samhudi dari Tenggara Strategics. Sambutan mewakili Chairman Wanxinda Group Indonesia, Chen Rilling, disampaikan oleh perwakilannya. Adapun koordinator acara adalah Wen Xi dari Global Development Research Center yang berkantor di Jakarta.

Menurut Dr. Asep, Indonesia sebagai negara berkembang terbesar di Asia Tenggara dan anggota aktif ASEAN memiliki posisi strategis untuk memengaruhi arsitektur tata kelola global melalui diplomasi multilateral serta kepemimpinan di kawasan. Prinsip bebas aktif menjadi dasar filosofis bagi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang, khususnya negara-negara ASEAN, di berbagai forum internasional.

Ia menjelaskan, Indonesia memperkuat suara negara berkembang melalui tiga pendekatan yang berakar pada prinsip kesetaraan kedaulatan.

“Sebagai pemimpin ASEAN sekaligus jembatan antara negara maju (Global North) dan negara berkembang (Global South), Indonesia menggunakan modal diplomatiknya untuk mendorong forum multilateral menjadi wadah yang lebih adil dan inklusif,” ujar Koordinator Laboratorium Ilmu Politik FISIP UMJ itu.

Baca Juga:  Para Demonstran pro-Palestina menghancurkan kafe Starbucks di Batman Turki

Orientasi Rakyat

Lebih jauh, Dr. Asep menekankan pentingnya pembangunan global yang berorientasi pada kualitas manusia. Indonesia, menurut dia, mengoperasionalkan pendekatan tersebut melalui tiga dimensi strategis, yakni melindungi warga negara sebagai prioritas diplomasi, menjembatani kesenjangan pembangunan Utara-Selatan lewat inisiatif konkret, serta memajukan partisipasi inklusif dalam pengambilan keputusan global.

Dimensi pertama, diplomasi pro-rakyat, telah menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia. Sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia mulai melembagakan kerangka “diplomasi pro-rakyat” yang menempatkan kepentingan warga negara di pusat kebijakan luar negeri, bukan hanya kepentingan elite.

Dosen President University, Haryanto Aryodiguno, Ph.D., menambahkan bahwa gagasan pembangunan berorientasi rakyat sebenarnya telah muncul sejak era Presiden Soeharto melalui konsep “pembangunan manusia seutuhnya”. Ia juga menekankan bahwa keberagaman agama dan suku bangsa di Indonesia yang tetap bersatu menjadi modal penting bagi model pembangunan yang menempatkan manusia sebagai inti.

Baca Juga:  Indonesia Bangun RS Lapangan di Turki untuk Tangani Korban Gempa

Diskusi juga menyoroti sikap aktif Indonesia dalam menghadapi standar ganda dalam penerapan hukum internasional. Menurut Dr. Asep, Indonesia mengedepankan dua strategi, yakni memperjuangkan penerapan universal norma hukum internasional dan mempromosikan multilateralisme sebagai alternatif terhadap aturan unilateral yang diberlakukan segelintir negara.

Melalui kepemimpinannya di G20 dan ASEAN, Indonesia kembali menegaskan bahwa tatanan internasional yang sah harus memastikan setiap negara memiliki hak dan kewajiban yang setara di bawah hukum internasional, serta menolak hierarki kekuasaan.

Sikap tegas Indonesia terhadap inkonsistensi penerapan hukum internasional mencerminkan komitmen mendalam negara ini terhadap prinsip keadilan yang menjadi landasan politik luar negeri sejak kemerdekaan. Indonesia memahami bahwa kredibilitas sistem hukum internasional bergantung pada penerapan yang konsisten dan tidak diskriminatif, tanpa memandang identitas politik atau kepentingan geopolitik negara yang terlibat.(red)

Berita Terkait

Ali Khamenei Soroti Peran AS di Tengah Gelombang Protes Iran
Kampung Indonesia di Guangdong Tiongkok, Jejak Budaya Nusantara di Negeri Tirai Bambu
Venezuela Serukan Perlawanan Usai AS Klaim Tangkap Nicolas Maduro
Zohran Mamdani Resmi Dilantik Wali Kota New York, Ambil Sumpah di Atas Al-Qur’an
Perang Rusia-Ukraina: Serangan Rudal di Kyiv Lukai Puluhan Orang
Promosikan Pendidikan Taiwan, TETO Luncurkan Film Pendek ‘Pelan Saja’
PTPN IV PalmCo Hadir di COP30 Brasil, Tampilkan Transformasi Sawit Rendah Emisi melalui Biogas POME
Zohran Mamdani: Wali Kota New York yang Ingin Tegakkan Hukum Internasional

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:38 WIB

Ali Khamenei Soroti Peran AS di Tengah Gelombang Protes Iran

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:33 WIB

Kampung Indonesia di Guangdong Tiongkok, Jejak Budaya Nusantara di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 3 Januari 2026 - 22:53 WIB

Venezuela Serukan Perlawanan Usai AS Klaim Tangkap Nicolas Maduro

Kamis, 1 Januari 2026 - 23:42 WIB

Zohran Mamdani Resmi Dilantik Wali Kota New York, Ambil Sumpah di Atas Al-Qur’an

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:25 WIB

Perang Rusia-Ukraina: Serangan Rudal di Kyiv Lukai Puluhan Orang

Berita Terbaru

Ilustrasi

Teknologi

Meta Hapus Ribuan Akun Remaja di Media Sosial

Rabu, 14 Jan 2026 - 19:36 WIB

Daerah

Menatap Abad Kedua Teh Kayu Aro

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:14 WIB