Rebranding, mutu, dan warisan sejarah dalam satu tarikan napas
JAMBI, MERCINEWS.COM – Menatap Abad Kedua Teh Kayu Aro. Menandai babak baru pengelolaan kebun teh legendaris di Kabupaten Kerinci, Jambi, dengan memperkuat mutu dan melakukan rebranding produk, sekaligus menjaga warisan sejarah yang telah melekat sejak kebun tersebut berdiri pada 1925.
Seratus tahun bukan sekadar penanda usia bagi Kebun Teh Kayu Aro di Kabupaten Kerinci, Jambi. Lebih dari itu, usia tersebut merekam ketahanan, ingatan kolektif, serta perjalanan panjang industri teh nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Memasuki awal 2026, Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, menegaskan arah baru pengelolaan Kebun Teh Kayu Aro melalui langkah rebranding dan penguatan standar mutu untuk menghadapi persaingan global.
Puncak peringatan satu abad Kebun Teh Kayu Aro digelar pada 30 Desember 2025 di kawasan lereng Gunung Kerinci. Acara bertajuk “Seabad Aroma, Rasa, Warna, dan Sejuta Cerita” itu dihadiri jajaran manajemen perusahaan, pemerintah daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kerinci. Bupati Kerinci Monadi turut hadir dalam peringatan tersebut.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, Kebun Teh Kayu Aro bukan sekadar aset bisnis, melainkan bagian dari sejarah panjang industri perkebunan Indonesia. Kebun teh yang berada di ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut itu telah berdiri sejak 1925.
“Selama 100 tahun, Kayu Aro menjadi saksi perjalanan industri teh dari masa ke masa. Kini kebun ini dikelola sepenuhnya oleh anak bangsa, dan hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri,” ujar Jatmiko.
Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya menjaga keberlanjutan produksi, tetapi juga memastikan kualitas Teh Kayu Aro mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan pijakan di pasar domestik. Dengan begitu, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat di sekitar perkebunan.
Rebranding Tanpa Meninggalkan Sejarah
Momentum satu abad dimaknai PalmCo sebagai ruang refleksi sekaligus akselerasi. Salah satu langkah konkret yang diperkenalkan adalah peluncuran kemasan baru untuk produk teh seduh dan teh celup Kayu Aro. Rebranding ini ditujukan untuk menyegarkan identitas produk agar lebih relevan dengan selera konsumen masa kini, sekaligus tetap menonjolkan nilai historis yang telah melekat selama satu abad.
“Transformasi dilakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, tetapi nilai sejarah dan keunikan Kayu Aro tetap kami jaga,” kata Direktur Strategi dan Keberlanjutan PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo.
Ia menambahkan, peningkatan produktivitas dan penerapan standar kualitas yang konsisten menjadi fondasi utama pengelolaan kebun teh pada abad kedua operasional Kayu Aro.
Dari sisi kinerja, kontribusi Kebun Teh Kayu Aro terhadap produksi teh PTPN IV tercatat sekitar 4,5 persen sejak 2008. Teh Kayu Aro dikenal memiliki aroma kuat dan rasa premium, yang secara historis diminati kalangan bangsawan Eropa, termasuk keluarga kerajaan Belanda. Produk ini juga telah dipasarkan hingga ke mancanegara.
Saat ini, PalmCo turut mengintegrasikan aspek produksi dengan pelestarian lingkungan serta edukasi sejarah. Kebun Teh Kayu Aro diposisikan sebagai ekosistem berkelanjutan yang memadukan komoditas perkebunan, nilai konservasi, dan potensi agrowisata.
Identitas Kerinci
Bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci, Kebun Teh Kayu Aro merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas daerah. Bupati Kerinci Monadi menilai keberadaan kebun teh tersebut berkontribusi besar terhadap perekonomian dan pariwisata setempat.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PTPN IV PalmCo terus diperkuat, sehingga kejayaan Kayu Aro berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Monadi.
Memasuki abad kedua, PalmCo menaruh optimisme besar terhadap masa depan Kebun Teh Kayu Aro. Sejarah panjang kebun ini dijadikan pijakan untuk melangkah ke fase berikutnya.
“Seratus tahun adalah awal dari babak baru. Dari sini, kita menuliskan cerita-cerita baru yang lebih kuat dan mengukuhkan Teh Kayu Aro sebagai salah satu standar kualitas teh dunia,” kata Jatmiko.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Kayu Aro memilih melangkah dengan caranya sendiri: bertumpu pada mutu, merawat warisan sejarah, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.(red)






