Hizbullah sebut upaya pembunuhan Israel terhadap Fuad Shuker telah gagal

Rabu, 31 Juli 2024 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 30 Juli 2024. (AP Photo/Hussein Malla)

bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 30 Juli 2024. (AP Photo/Hussein Malla)

Bierut, Mercinews.com – Serangan Israel ditujukan untuk membunuh komandan Hizbullah Bernama Fuad Shuker. Upaya pembunuhan tersebut gagal,” kata seorang sumber senior kelompok tersebut.

Sebelumnya diketahui bahwa serangan udara menghantam daerah dekat rumah sakit Bahman di daerah Haret Hreik di pinggiran selatan ibu kota Lebanon pada Selasa 30 juli 2024.

Menurut pemberitaan media terkini
Jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di pinggiran selatan kota Beirut mencapai 17 orang, termasuk 6 anak-anak. dan 2 warga meninggal dunia.

Ratusan warga setempat berkumpul di lokasi kejadian, dan petugas pemadam kebakaran serta kru ambulans terus bekerja di sana.

Pesawat Israel masih terlihat di langit Beirut.

Sebelumnya diberitakan Sasaran serangan Israel di Beirut adalah Fuad Shukr

Baca Juga:  Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi importasi gula Kemendag

Saluran TV Israel melaporkan bahwa sasaran serangan udara Israel di Beirut adalah Fuad Shukr, orang nomor dua Hizbullah, yang juga dikenal sebagai Haj Mohsen.

Menurut Sky News Arabia, Fuad Shukr adalah penasihat Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah.

Nasibnya setelah serangan IDF masih belum diketahui, saluran TV tersebut mencatat.

Baca Juga:  Zelensky cabut Hari Anak dari Ukraina – sekarang akan menjadi "seperti di Eropa

“Shukr adalah penasihat senior urusan militer,” pemerintah AS menyatakan di situs webnya.

Pihak berwenang AS mengklaim bahwa Fouad Choukr diduga terlibat dalam pemboman barak Korps Marinir AS di Beirut pada 23 Oktober 1983, yang menyebabkan kematian 241 tentara AS dan melukai 128 orang, Mereka menjanjikan hingga $5 juta untuk informasi tentang Shukra.

(m/c)

Berita Terkait

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris
Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB