Bondowoso-Jatim, Mercinews.com – Ribuan pekerja Perkebunan Nusantara menggelar aksi damai di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Jawa Timur, menyoroti konflik lahan di kawasan Kebun Java Coffee Estate (JCE) dan Kebun Blawan di lereng Ijen.
Aksi tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi terkait keamanan kerja dan keberlangsungan produksi kopi yang terdampak konflik yang berlangsung sejak September 2023.

Ketua Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN NXII), Bramantyo, mengatakan konflik lahan yang belum terselesaikan menimbulkan ketidakpastian hukum dan rasa tidak aman bagi para pekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang. Konflik ini sudah terlalu lama berlangsung dan berdampak pada pekerjaan serta keluarga kami,” ujarnya dalam orasi di hadapan peserta aksi.
Berdasarkan data internal perusahaan, sejak 2023 hingga akhir 2025 tercatat sekitar 237.605 pohon kopi produktif di lahan seluas sekitar 170 hektare rusak akibat penebangan dan perusakan ilegal. Kerugian materiil akibat perusakan ini diperkirakan mencapai Rp13,5 miliar.
Seorang pekerja yang mengikuti aksi dan enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kondisi konflik memengaruhi rasa aman mereka.
“Berangkat kerja sekarang bukan hanya soal target produksi, tetapi juga rasa takut,” ujarnya.
“Anak-anak kami juga ikut merasakan. Mereka mendengar cerita ancaman dan perusakan rumah dinas, ini sudah menjadi trauma kolektif,” sambungnya.
Kawasan Java Coffee Estate dan Kebun Blawan merupakan sentra produksi kopi arabika Ijen-Raung yang dikenal secara internasional. Kopi dari kawasan ini diekspor dan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
Dalam tuntutannya, SPBUN NXII meminta Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengambil peran aktif dalam penegakan hukum atas konflik lahan di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) yang dikelola PTPN. Serikat pekerja juga mendorong pembentukan tim investigasi independen untuk menyelidiki perusakan kebun dan dugaan intimidasi terhadap pekerja.
“Permasalahan ini menyangkut keberlangsungan kerja ribuan keluarga dan penegakan hukum,” kata Bramantyo.
Aksi damai pekerjaan perkebunan tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PTPN dan Pemkab Bondowoso belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.(red)






