China Tegaskan tidak akan hadiri konferensi perdamaian soal Ukraina di Swiss

Sabtu, 1 Juni 2024 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning

Beijing, Mercinews.com – Pemerintah China menegaskan pihaknya tidak akan menghadiri konferensi perdamaian untuk mencapai perdamaian di Ukraina yang rencananya dilangsungkan di Swiss karena proposal yang diajukan Beijing tidak dipenuhi.

“Ada kesenjangan yang jelas antara pengaturan pertemuan dan apa yang diperjuangkan China serta harapan komunitas internasional. Dalam hal ini, China hampir tidak dapat mengambil bagian dalam pertemuan tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat.

Pemerintah Swiss pada 2 Mei mengumumkan bahwa negara tersebut akan mengadakan konferensi internasional untuk memulai dialog demi mencapai perdamaian di Ukraina pada 15-16 Juni 2024 atas permintaan Ukraina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Swiss menyebut telah mengundang lebih dari 160 delegasi dari seluruh dunia untuk bertemu di daerah wisata Burgenstock, yaitu gunung Swiss di wilayah Nidwalden. Para delegasi undangan mencakup anggota G7, G20, BRICS, Uni Eropa, beberapa organisasi internasional, dan dua perwakilan keagamaan.

Namun, Rusia disebut tak diundang pada pertemuan tersebut karena Rusia telah berulang kali secara terbuka menyatakan tidak tertarik berpartisipasi sehingga Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan sangat mustahil mengharapkan sesuatu yang serius akan dihasilkan dari konferensi yang tidak diikuti oleh Rusia.

Baca Juga:  Pengacara Bantah Isu Sandra Dewi Jadi Tersangka Kasus Timah

“China selalu menegaskan bahwa konferensi perdamaian internasional harus memenuhi tiga elemen penting yaitu pengakuan dari Rusia dan Ukraina, partisipasi yang setara dari semua pihak dan diskusi yang adil mengenai semua rencana perdamaian,” tambah Mao Ning.

Jika ketiga hal itu tidak dipenuhi, menurut Mao Ning, konferensi perdamaian tidak akan mampu memainkan peran substantif dalam memulihkan perdamaian.

“Elemen-elemen yang diusulkan oleh China ini mengandung rasa adil, sah dan tidak menargetkan pihak mana pun,” kata Mao Ning.

Mao Ning lebih lanjut mengatakan ketiga elemen itu juga tertuang dalam Kesepakatan Bersama tentang Penyelesaian Politik Krisis Ukraina yang dikeluarkan bersama oleh China dan Brazil baru-baru ini dan mencerminkan kekhawatiran bersama komunitas internasional, khususnya negara-negara berkembang.

“Namun berdasarkan apa yang kami dengar dari berbagai pihak dan kesepakatan yang dikeluarkan untuk pertemuan tersebut, tampaknya ketiga elemen yang diusulkan China tidak akan terpenuhi,” ungkap Mao Ning.

Baca Juga:  Arab Saudi Hapus Semua Terkait Nama Palestina di Peta Buku Sekolah

Mao Ning mengatakan China telah memberi tahu pihak-pihak terkait mengenai pertimbangan dan keprihatinan tersebut.

“Kami akan terus mendorong perundingan perdamaian dengan cara kami sendiri, menjaga komunikasi dengan semua pihak dan bersama-sama mengumpulkan berbagai pihak untuk penyelesaian politik krisis Ukraina,” kata Mao Ning.

Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengajukan 10 poin formula perdamaian yang mencakup penarikan pasukan Rusia dari wilayah Ukraina dan pemulihan keutuhan wilayah Ukraina serta beberapa usulan lain berdasarkan Piagam PBB dan prinsip-prinsip utama hukum internasional.

Zelenskyy juga mengatakan pihaknya ingin China dapat menghadiri perundingan perdamaian di Swiss itu. Dalam satu panggilan telepon bahkan Zelenskyy mencoba meyakinkan Presiden China Xi Jinping untuk mendukung integritas teritorial Ukraina.

Melibatkan pemain global seperti China, menurut Zelenskyy, sangat penting karena memiliki pengaruh terhadap Rusia, dan semakin banyak negara seperti itu yang ada di pihak kita, semakin banyak Rusia harus bergerak sehingga perlu lebih banyak negara yang harus diperhitungkan.

Baca Juga:  AS 'Tutup Mata' Ogah Bantu Israel Balas Dendam ke Iran

Hingga saat ini dua tahun telah berlalu setelah Rusia melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Sekitar 18 persen wilayah Ukraina masih berada di bawah pendudukan Rusia termasuk Semenanjung Krimea serta sebagian besar Donetsk dan Luhansk di bagian timur.

Seruan untuk penyelesaian yang dinegosiasikan telah berkembang, tetapi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menolak kemungkinan untuk menyerahkan wilayahnya kepada Rusia, dan secara langsung berunding dengan Moskow.

Zelenskyy pun menuding Presiden Rusia Vladimir Putin telah terbukti tidak dapat diandalkan bahkan jika kesepakatan dapat dicapai.

Selama dua tahun tersebut, sekutu Ukraina juga mengirim berbagai bantuan baik militer, keuangan, dan kemanusiaan.

Negara-negara Barat memasok berbagai peralatan tempur mulai dari tank militer, sistem pertahanan udara hingga artileri jarak jauh.

Sementara Rusia secara terus-menerus memperingatkan agar berbagai negara tidak melanjutkan pengiriman senjata ke Ukraina dengan mengatakan hal itu akan berakibat buruk dengan meningkatkan eskalasi konflik.”

(mc)

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Ukraina sebut Rusia berusaha mengganggu KTT dunia perdamaian kedua
Negosiasi Putin dengan Presiden Vietnam telah berakhir
Kunjungan Putin ke Vietnam mendorong kerja sama lebih lanjut antara Rusia
Kim Jong-un antar Putin naik pesawat, kunjungan ke DPRK resmi berakhir
Putin dan Kim Jong-un teken perjanjian kemitraan strategis antara Rusia dan DPRK
Tiongkok jaga jarak ketika Rusia dan Korea Utara memperdalam hubungan
Putin dan Kim Jong-un melakukan percakapan tatap muka di Pyongyang
Tentara Israel menyetujui rencana tempur untuk serangan di Lebanon
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:39 WIB

Ukraina sebut Rusia berusaha mengganggu KTT dunia perdamaian kedua

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:03 WIB

Negosiasi Putin dengan Presiden Vietnam telah berakhir

Kamis, 20 Juni 2024 - 02:16 WIB

Kunjungan Putin ke Vietnam mendorong kerja sama lebih lanjut antara Rusia

Rabu, 19 Juni 2024 - 23:31 WIB

Kim Jong-un antar Putin naik pesawat, kunjungan ke DPRK resmi berakhir

Rabu, 19 Juni 2024 - 17:08 WIB

Putin dan Kim Jong-un teken perjanjian kemitraan strategis antara Rusia dan DPRK

Rabu, 19 Juni 2024 - 16:04 WIB

Tiongkok jaga jarak ketika Rusia dan Korea Utara memperdalam hubungan

Rabu, 19 Juni 2024 - 15:10 WIB

Putin dan Kim Jong-un melakukan percakapan tatap muka di Pyongyang

Rabu, 19 Juni 2024 - 03:22 WIB

Tentara Israel menyetujui rencana tempur untuk serangan di Lebanon

Berita Terbaru

Rusia dan Vietnam menandatangani sejumlah dokumen kerja sama

Dunia

Negosiasi Putin dengan Presiden Vietnam telah berakhir

Kamis, 20 Jun 2024 - 15:03 WIB

Kimmich, Jerman, memblok tembakan di menit 90 /Foto:X euto2024

Olahraga

Hasil kedua Grup A Euro 2024, Jerman Unggul 2-0 Atas Hungaria

Kamis, 20 Jun 2024 - 00:55 WIB