Budayawan Anton Charliyan Soroti Naskah Sunda Kuno sebagai Bukti Kearifan Lokal Cegah Stunting

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budayawan Sunda yang juga Ketua Umum Majelis Adat Sunda Abah Anton Charliyan. (Foto: Dok. Pribadi)

Budayawan Sunda yang juga Ketua Umum Majelis Adat Sunda Abah Anton Charliyan. (Foto: Dok. Pribadi)

SUMEDANG, MERCINEWS.COM – Budayawan Sunda Anton Charliyan menyoroti keberadaan naskah Sunda kuno sebagai bukti bahwa leluhur Nusantara telah memiliki pengetahuan tentang pencegahan stunting sejak ratusan tahun lalu.

Hal itu disampaikannya dalam Seminar Nasional bertajuk “Anti Stunting dalam Naskah Sunda Kuno” yang digelar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sumedang, Sabtu (24/5/2026).

Anton Charliyan yang juga Ketua Umum Majelis Adat Sunda mengatakan, berbagai manuskrip kuno menunjukkan perhatian leluhur terhadap kesehatan ibu dan anak jauh sebelum konsep kesehatan modern berkembang seperti saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pria yang akrab disapa Abah Anton Charly itu, salah satu naskah Sunda kuno, Sanghyang Titisjati Pralina, memuat panduan mengenai perawatan ibu hamil sejak masa awal kehamilan hingga proses tumbuh kembang bayi agar lahir sehat dan kuat

Baca Juga:  Konsisten Lestarikan Budaya, Abah Anton Charliyan Terima Anugerah Sri Raksa Kalpa Budaya

“Ini menunjukkan bahwa para leluhur kita telah memiliki pengetahuan dan kesadaran tinggi tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi generasi yang berkualitas,” ujar Anton dalam seminar tersebut.

Tak hanya naskah Sunda, seminar itu juga mengulas manuskrip dari berbagai daerah di Indonesia yang memuat pengetahuan kesehatan tradisional.

Dalam naskah Lagaligo dari Bugis, misalnya, disebutkan pentingnya konsumsi ikan bagi ibu hamil dan balita guna mendukung pertumbuhan optimal anak.

Baca Juga:  Anton Charliyan, Jenderal Polisi yang Kini Memimpin Majelis Adat Sunda Jawa Barat

Sementara di Bali terdapat Lontar Usada Taru Pramana yang membahas khasiat tanaman obat tradisional. Adapun di Jawa dikenal Serat Centhini  dan naskah Merapi-Merbabu yang memuat ramuan herbal, pijat tradisional, hingga teknik pernapasan dan kebugaran.

Anton menilai, warisan literasi kuno tersebut memperlihatkan bahwa konsep kesehatan masyarakat Nusantara sejak dahulu telah memadukan pendekatan medis tradisional, spiritual dan budaya.

Menurutnya, kearifan lokal dapat menjadi bagian penting dalam mendukung program kesehatan nasional, termasuk percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

“Ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat menjadi bagian penting dalam mendukung program kesehatan nasional, termasuk percepatan penurunan angka stunting,” katanya.

Baca Juga:  Wartawan Dikeroyok di Nguling Pasuruan, Begini Kronologi Lengkapnya

Seminar yang didukung Dana Indonesiana LPDP itu juga menghadirkan sejumlah akademisi, di antaranya Prof. Nurhayati R., Dr. Elis Nurhayati Suryani, Dr. Undang Ahmad Darsa, dan Dr. Wina Erwina.

Para peserta seminar sepakat bahwa manuskrip kuno tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sumber pengetahuan yang relevan untuk dikaji kembali dalam konteks pembangunan kesehatan masyarakat modern.

Anton berharap generasi muda semakin tertarik mempelajari manuskrip Nusantara yang tersimpan di Museum Nasional Indonesia maupun Museum Sri Baduga sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya bangsa.(red)

Berita Terkait

Imigrasi Ponorogo Tingkatkan Pemahaman Hukum Calon Pekerja Migran dan Orang Tua ABG
Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol
Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan
Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur
Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal
Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan
Insinerator PARK PYRO Berkapasitas 20 Ton per Hari Siap Beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)
PTPN IV PalmCo Perkuat Patroli Antisipasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal

Senin, 28 September 2026 - 23:58 WIB

Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan

Berita Terbaru