Kuntilanak Bertemu Zhong Kui, Film Horor Taiwan Siap Bikin Heboh Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gala Premiere The Rope Curse 4: Kuntilanak di studio SCREENX CGV, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.(Foto: Dok. WOWing Entertainment Group)

Gala Premiere The Rope Curse 4: Kuntilanak di studio SCREENX CGV, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.(Foto: Dok. WOWing Entertainment Group)

Jakarta, Mercinews.com – Kuntilanak bertemu Zhong Kui dalam film horor Taiwan The Rope Curse 4: Kuntilanak yang siap bikin heboh Indonesia. Dibintangi aktor senior Ferry Salim dan kreator konten Andovi da Lopez, film yang memadukan legenda hantu perempuan Indonesia dengan tradisi pengusiran roh jahat dari Taiwan ini mulai tayang di bioskop pada Jumat (23/10/2026).

Film ini menggabungkan ritual Zhong Kui yang dikenal dalam tradisi kuil Taiwan dengan legenda Kuntilanak yang akrab di kalangan masyarakat Indonesia.

Tak hanya mengangkat unsur budaya kedua negara, proses syutingnya juga dilakukan langsung di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjelang penayangannya, gala premiere The Rope Curse 4: Kuntilanak digelar di studio SCREENX CGV, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026.

Acara tersebut dihadiri Ferry Salim, Andovi da Lopez, produser Jeff Tsou, sutradara Liao Shih-Han, serta para pemain Taiwan, yakni Wilson Hsu, Hangee Liu, dan Travis Hu.

Kehadiran para pemain dalam acara tersebut menghadirkan sejumlah momen menarik. Salah satunya ketika Wilson Hsu memperkenalkan diri menggunakan bahasa Indonesia dengan fasih hingga membuat Andovi terkejut.

“Fasih banget! Kamu sebenarnya orang Indonesia, ya?” seru Andovi.

Ferry Salim kemudian mengajak Wilson menyanyikan lagu anak-anak Indonesia, “Sayang Semuanya”. Momen tersebut membuat suasana gala premiere semakin meriah.

Baca Juga:  Dwiki Dharmawan Rilis Album Anagnorisis, Usung Dialog Lintas Budaya

Wilson mengungkapkan, dirinya meluangkan waktu dua hari untuk berlatih memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia sebelum acara berlangsung.

Ia juga kembali menghafalkan lagu anak-anak Indonesia yang pernah dipelajarinya selama proses syuting.

Tak hanya berbicara bahasa Indonesia, Wilson turut memperagakan mantra pengusiran roh jahat yang digunakan dalam film, lengkap dengan gerakan ritualnya. Aksi tersebut mengundang tepuk tangan sekaligus tawa penonton.

Penerjemah bahasa Indonesia yang mendampinginya bahkan mengaku kesulitan menerjemahkan mantra tersebut.

“Luar biasa! Mantra yang satu ini benar-benar tidak bisa saya terjemahkan. Saya menyerah!” ujarnya sambil bercanda.

Andovi juga ikut memeriahkan acara dengan menyapa penonton menggunakan bahasa Mandarin.

Ia kemudian menyanyikan lagu populer Mandarin, “Liu Xing Yu” (流星雨), di atas panggung.

Sementara itu, Ferry mengundang keluarga dan sahabatnya untuk menyaksikan film tersebut. Penampilan Ferry yang berbeda dari biasanya membuat keluarganya terkesan.

“Baru kali ini melihat Ferry dengan penampilan seperti ini. Keren banget!” ujar keluarganya.

Adegan Masker Wajah Bikin Penonton Tertawa

Keseruan gala premiere tidak hanya datang dari interaksi para pemain. Sejumlah adegan dalam film juga memancing reaksi penonton.

Aktor Taiwan Hangee Liu, yang memerankan karakter A-Guai, mengaku terharu karena untuk pertama kalinya dapat menyaksikan film yang dibintanginya bersama penonton Indonesia.

Baca Juga:  Rano Karno: Saat Bioskop Dunia Menurun, Jakarta Jadi Magnet Baru Industri Film

Salah satu adegan yang mencuri perhatian adalah ketika A-Guai selesai mandi, mengenakan masker wajah, lalu tiba-tiba bertemu hantu. Adegan tersebut mengundang gelak tawa penonton di studio.

Hangee mengaku senang melihat respons tersebut. Ia merasa unsur komedi dalam aktingnya dapat dinikmati penonton meskipun terdapat perbedaan bahasa dan budaya.

Sementara itu, Travis Hu, yang memerankan putra seorang pekerja migran Indonesia dalam film tersebut, memberikan penampilan spesial setelah pemutaran film. Ia menyanyikan lagu pengantar tidur “Nina Bobo”.

Lagu yang turut menjadi bagian dari cerita The Rope Curse 4: Kuntilanak itu menjadi salah satu unsur yang menghubungkan budaya Indonesia dan Taiwan.

Perpaduan Legenda Kuntilanak dan Ritual Zhong Kui

Film The Rope Curse 4: Kuntilanak dikembangkan selama tiga tahun dengan menggabungkan tradisi kepercayaan dan ritual kuil Taiwan, praktik pengusiran roh jahat Zhong Kui, serta legenda Kuntilanak dari Indonesia.

Perpaduan tersebut menjadi daya tarik utama film ini. Selain mengangkat dua tradisi horor yang berbeda, proses syuting di Indonesia turut memperkuat unsur lintas budaya dalam cerita.

Produser Jeff Tsou mengungkapkan kegembiraannya atas penayangan film tersebut di Indonesia.

“Ini adalah film horor eksorsisme Taiwan pertama yang melakukan syuting sekaligus tayang di Indonesia. Saya sangat antusias dan berterima kasih atas sambutan hangat serta dukungan semua orang!” kata Jeff.

Baca Juga:  Dwiki Dharmawan Rilis Album Anagnorisis, Usung Dialog Lintas Budaya

Sutradara Liao Shih-Han juga mengaku antusias sekaligus gugup karena film tersebut mempertemukan tradisi Zhong Kui dari Taiwan dengan legenda Kuntilanak yang akrab bagi masyarakat Indonesia.

Ia berharap perpaduan kedua budaya itu dapat diterima dan disukai penonton Tanah Air.

Raup Rp 44,8 Miliar di Taiwan

Sebelum menyapa penonton Indonesia, The Rope Curse 4: Kuntilanak lebih dulu mencatatkan pencapaian di pasar Taiwan. Film tersebut dilaporkan meraih pendapatan box office lebih dari NT$81 juta atau sekitar Rp 44,8 miliar.

Capaian tersebut menjadikannya film dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah waralaba The Rope Curse.

Selain Ferry Salim dan Andovi da Lopez, film ini dibintangi Vera Chen, Wilson Hsu, Po Cheng Chen, Hangee Liu dan Travis Hu.

The Rope Curse 4: Kuntilanak diproduksi dan dipasarkan oleh WOWing Entertainment Group, sedangkan distribusinya di Taiwan ditangani Machi Xcelsior Studios. Jeff Tsou bertindak sebagai produser dan Liao Shih-Han sebagai sutradara bersama tim kreatif dari seri sebelumnya.

Setelah tayang di Indonesia pada 23 Oktober 2026, film horor tersebut dijadwalkan menyusul di Kamboja pada 29 Oktober dan Vietnam pada 11 November 2026.(Red)

Berita Terkait

Rano Karno: Saat Bioskop Dunia Menurun, Jakarta Jadi Magnet Baru Industri Film
Dwiki Dharmawan Rilis Album Anagnorisis, Usung Dialog Lintas Budaya

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Kuntilanak Bertemu Zhong Kui, Film Horor Taiwan Siap Bikin Heboh Indonesia

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:08 WIB

Rano Karno: Saat Bioskop Dunia Menurun, Jakarta Jadi Magnet Baru Industri Film

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:54 WIB

Dwiki Dharmawan Rilis Album Anagnorisis, Usung Dialog Lintas Budaya

Berita Terbaru