Bongkar Pawon, Tradisi Langka Delapan Tahunan Karaton Surakarta

Minggu, 14 September 2025 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi delapan tahunan Bongkar Pawon berlangsung di Kagungandalem Gondorasan, Karaton Surakarta, Minggu (14/9/2025).(Foto: istimewa)

Tradisi delapan tahunan Bongkar Pawon berlangsung di Kagungandalem Gondorasan, Karaton Surakarta, Minggu (14/9/2025).(Foto: istimewa)

SURAKARTA, MERCINEWS.COM – Tradisi langka Bongkar Pawon kembali digelar di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jawa Tengah, Minggu (14/9/2025). Prosesi sakral ini merupakan bagian penting dari rangkaian Adang Bethak Tahun Dal, yang hanya dilaksanakan setiap delapan tahun sekali dalam penanggalan Jawa. Berlangsung di Kagungandalem Gondorasan, kegiatan ini menjadi simbol penutup sekaligus penyucian dari seluruh rangkaian tradisi yang telah berlangsung.

Sejak pagi hari, kawasan Gondorasan dipenuhi suasana khidmat. Para abdi dalem hadir dengan busana adat lengkap, siap menjalankan tugas spiritual dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Prosesi diawali dengan wilujengan, yaitu doa bersama sebagai permohonan keselamatan dan kelancaran seluruh rangkaian upacara.

Baca Juga:  Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Buronan Interpol Asal Rumania

Usai doa, pembongkaran pawon atau dapur pun dilakukan secara hati-hati dan penuh tata krama oleh para abdi dalem. Pawon tersebut sebelumnya digunakan untuk memasak hidangan dalam tradisi Adang Bethak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembongkaran ini dipimpin langsung oleh Sentana Dalem Kanjeng Pangeran Haryawan Wandiro Joyonagoro, yang memastikan setiap tahap dilakukan sesuai dengan pakem adat Karaton.

Tak hanya sebatas kegiatan fisik, Bongkar Pawon memiliki makna filosofis yang dalam. Kayu, abu, dan peralatan masak yang digunakan dianggap sakral karena telah menjadi bagian dari ritual.

Baca Juga:  Kemenkum dan BPKP Bali Koordinasi Pemenuhan Data Evaluasi Pelindungan KI

Seluruh sisa hasil pembongkaran akan dilarung ke Pantai Parangkusumo melalui upacara khusus, sebagai bentuk penyucian serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut K.P.A. Dani Nur Adiningrat, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Kasunanan Surakarta, tradisi ini adalah manifestasi dari dawuh dalem atau titah raja yang harus dijalankan dengan sepenuh jiwa.

“Prosesi Bongkar Pawon ini merupakan dawuh dalem S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIII agar adat dan budaya Karaton tidak hanya dijaga, tetapi juga diamalkan sebagai warisan luhur untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga:  Pembangunan RTLH Program TMMD Milik Arjunawati Capai 70 persen

Ia menegaskan, Karaton berkomitmen untuk terus menjaga keberlangsungan tradisi semacam ini.

“Adat istiadat Karaton Surakarta adalah napas kehidupan budaya Jawa. Kami, khususnya para abdi dalem, diberi amanah untuk terus meneguhkan tekad melestarikan warisan ini sampai kapan pun,” tegasnya.

Prosesi Bongkar Pawon bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan identitas budaya dan spiritual masyarakat Jawa. Melalui ritual ini, Karaton Surakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga nilai-nilai luhur sebagai pusaka hidup yang diwariskan bagi anak cucu di masa depan.(red)

Berita Terkait

Imigrasi Ponorogo Tingkatkan Pemahaman Hukum Calon Pekerja Migran dan Orang Tua ABG
Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol
Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan
Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur
Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal
Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan
Insinerator PARK PYRO Berkapasitas 20 Ton per Hari Siap Beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)
PTPN IV PalmCo Perkuat Patroli Antisipasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal

Senin, 28 September 2026 - 23:58 WIB

Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan

Berita Terbaru