Langka! PB XIII Pimpin Ritual Adhang Tahun Dal di Karaton Surakarta

Senin, 8 September 2025 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar prosesi sakral Adhang Tahun Dal 1959 Jawa di Kagungan Dalem Pawon Gondorasan, Surakarta, Jawa Tengah pada Minggu (7/9) malam.(Foto: istimewa)

Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar prosesi sakral Adhang Tahun Dal 1959 Jawa di Kagungan Dalem Pawon Gondorasan, Surakarta, Jawa Tengah pada Minggu (7/9) malam.(Foto: istimewa)

SURAKARTA, MERCINEWS.COM – Sebuah prosesi sakral yang sangat langka digelar di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jawa Tengah pada Minggu (7/9/2025) malam. Tradisi Adhang Tahun Dal, yang hanya berlangsung sekali dalam delapan tahun, kembali diselenggarakan di Pawon Gondorasan, dan dipimpin langsung oleh Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIII.

Tradisi ini merupakan bagian dari rangkaian Hajad Dalem dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1959 Jawa. Adhang Tahun Dal bukan sekadar seremoni, melainkan ritual yang sarat makna spiritual, historis, dan budaya. Keistimewaannya terletak pada waktu pelaksanaan yang hanya terjadi pada Tahun Dal dalam siklus kalender Jawa yakni setiap delapan tahun sekali.

Keunikan Adhang Tahun Dal terletak pada penggunaan pusaka dandhang yang dipercaya peninggalan Ki Ageng Tarub, leluhur Karaton. Tiga pusaka itu adalah Kangjeng Kyai Dhudha, Kangjeng Kyai Godrag, dan Kangjeng Rejeki.

Ketiganya tidak hanya dipandang sebagai alat memasak, melainkan simbol berkah, rejeki, dan kesinambungan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hingga kini, pusaka tersebut tetap dirawat sebagai Kagungan Dalem Karaton Kasunanan Surakarta.

Malam itu, suasana Pawon Gondorasan dipenuhi aroma kayu bakar saat SISKS Pakoe Boewono XIII menyalakan api tungku sebagai tanda dimulainya prosesi. Api yang menyala di tungku pusaka seolah membakar semangat kebersamaan seluruh Sentono dalem dan abdi dalem yang hadir.

Putri dalem GKR Timoer Rumbai kemudian menanak nasi dalam dandhang pusaka, sementara para abdi dalem mengumandangkan shalawat Nabi dengan khidmat menambah suasana semakin teduh dan penuh rasa syukur.

Nantinya setelah nasi matang, prosesi dilanjutkan dengan pembagian kepada para abdi dalem. Bagi mereka, menerima nasi hasil Adhang Tahun Dal adalah sebuah berkah. Bukan sekadar santapan, melainkan berkah yang diyakini membawa keselamatan dan rejeki.

Baca Juga:  Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya

KPA Dani Nur Adhiningrat, selaku Pengageng Sasana Wilapa Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, menegaskan bahwa prosesi ini semakin sakral karena dipimpin langsung oleh SISKS Pakoe Boewono XIII.

“Adhang Tahun Dal menjadi sangat istimewa ketika SISKS Pakoe Boewono XIII hadir langsung bersama GKR Pakoe Boewono. Kehadiran beliau bukan hanya simbol kepemimpinan, tetapi juga teladan spiritual bagi seluruh abdi dalem dan masyarakat. Prosesi ini menunjukkan bahwa Karaton masih teguh menjaga amanah leluhur dalam bentuk nyata, bukan sekadar cerita,” ujarnya.

Tradisi ini, lanjut KPA Dani, adalah ruang pembelajaran budaya dan spiritual yang sangat berharga. Di tengah arus globalisasi, Adhang Tahun Dal mengingatkan generasi muda bahwa kebudayaan Jawa tidak hanya berupa pertunjukan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur tentang syukur, kebersamaan, dan pengabdian.

“Kami ingin generasi muda memahami bahwa setiap detail dalam prosesi ini memiliki makna. Api yang dinyalakan oleh Sampeyan Dalem melambangkan semangat hidup, dandhang pusaka mencerminkan keberlangsungan rejeki, dan nasi yang dibagikan adalah wujud syukur serta kepedulian. Karaton ingin memastikan bahwa tradisi ini terus diwariskan agar jati diri bangsa tidak hilang ditelan zaman,” paparnya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Dukung AMKI Perkuat Literasi Digital Masyarakat

Dengan berlangsungnya Hajad Dalem Adhang Tahun Dal 1959 ini, Karaton Surakarta kembali menegaskan dirinya sebagai pusat budaya Jawa. Tradisi yang hanya hadir sekali dalam delapan tahun ini menjadi bukti nyata bahwa warisan leluhur bukan sekadar benda pusaka, melainkan juga nilai hidup yang mengikat manusia dengan Sang Pencipta dan sesama.

Bagi masyarakat luas, prosesi ini sekaligus menjadi ajakan untuk terus mencintai kebudayaan. Sebab di balik setiap tradisi, tersimpan ajaran tentang bagaimana manusia harus hidup dengan rasa syukur, peduli, dan senantiasa menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.(red)

Berita Terkait

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda
Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya
AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat
Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya
Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata
Semangat Kemerdekaan, BNNK Lampung Selatan Gaungkan Gerakan BERSINAR
APRC Sumut 2026 Digelar di Perkebunan PTPN IV PalmCo, UMKM Lokal Rasakan Dampak Positif
Imigrasi Ponorogo Borong Enam Penghargaan, Buktikan Kinerja Makin Luar Biasa

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:13 WIB

AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB