Aceh

Adipura Banda Aceh Berkat Kerja Keras Pasukan Orange DLHK Sejak 2019, Pj Walikota Hanya Cok Boh Manok Mirah

OZY RIZKI-Jubir ADC

Banda Aceh, Mercinews.com – Setelah sempat terhambat Pandemi covid 19, akhirnya pelaksanaan pemberian penghargaan adipura kembali digelar di Jakarta pada Selasa

Kota Banda Aceh yang sebelumnya pada tahun 2017 memang sudah pernah mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup, kebersihan, dan pengelolaan sampah itu kembali membawa pulang penghargaan itu.

” Setelah tahun 2017 perebutan piala adipura tidak pernah diperlombakan, dan pada tahun 2019 seluruh dunia termasuk Indonesia mengalami pandemi covid-19 sehingga kegiatan itu juga tak kunjung dilaksanakan selama 4 tahun,” jelas juru bicara Aceh Development Club(ADC), Ozy Rizki SE.

Kata Ozy, berdasarkan penjelasan Dirjen pengelolaan sampah dan B3, Rosa Vivien pada 1 April 2021 silam bahwa penganugerahan Adipura Tahun 2019 yang sedianya akan dilaksanakan pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada bulan Juni Tahun 2020 tidak diumumkan ke publik.

Pemantauan dan verifikasi lapangan kegiatan Adipura tahun 2020 dan 2021 pun diputuskan untuk tidak dilakukan selama pandemi COVID-19.

Baca Juga:  Foto Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin dicatut OTK Modus penipuan minta uang

Namun demikian, KLHK terus melakukan pemantauan terhadap laporan capaian kinerja pengelolaan sampah pada 514 kabupaten/kota.

Oleh sebab itu, setiap daerah harus tetap menyampaikan laporan capaian kinerja pengelolaan sampah tahun 2019 dan tahun 2020, beserta data-data lain terkait dengan kegiatan Adipura.

Dari penjelasan kementerian LHK tersebut, dapat dikatakan bahwa perolehan adipura itu merupakan akumulasi kerja keras tim orange, masyarakat Banda Aceh dan berbagai pihak sejak 2019 silam.

“Alhamdulillah, Banda Aceh kembali meraih Adipura setelah menteri LHK sempat menunda kegiatan tersebut selama 4 tahun untuk seluruh Indonesia, di tambah lagi karena pandemi covid-19.

Keberhasilan ini merupakan buah kerja keras pasukan orange mulai tahun 2018 sampai 2022, termasuk pembetulan TPA milik Pemko Banda Aceh di Blang Bintang pada tahun 2021 menjadi salah satu penunjang perolehan Adipura itu sangat wajar diperoleh Banda Aceh,” ujarnya.

Menurut ADC, sudah sangat wajar piala adipura itu diarak dan dijelaskan kepada warga Banda Aceh. Namun, hal yang tidak wajar adalah jika Pj Walikota menganggap itu hanya capaian pada masa dirinya menjabat.

“Jadi dalam hal ini Pj Walikota Bakri Siddiq pada notabenenya hanya “cok boh mirah” dari perjuangan panjang yang telah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Pun demikian kita berharap capaian itu dapat dipertahankan dan kebersihan kota dapat lebih ditingkatkan dengan kreativitas dan inovasi dari Pj Walikota sehingga benar-benar hasil karyanya jika ada terobosan baru yang dilakukannya,” kata Ozy.

Dia juga berharap agar Pj Walikota memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras tim orange dengan memberikan bonus.

“Selamat pasukan orange untuk capaiannya. Perlu kita ingat di era pemerintahan Aminullah dulu berjanji memberi bonus 500 juta untuk pasukan orange sehingga kiranya dapat direalisasikan bahkan ditingkatkan oleh Pj Walikota Bakri Siddiq.

Selain itu, jangan sampai ada lagi preseden buruk persoalan tertahannya honor/insentif bulanan pasukan orange seperti kejadian akhir-akhir ini ketika Bakri Siddiq menjabat.

Baca Juga:  Banda Aceh dan Aceh Tengah raih penghargaan pelayanan publik dari Ombudsman RI

Apapun alasannya hal seperti itu jangan lagi ada, berikan hak mereka yang telah menunjukkan kerja keras dan prestasi nyata. Jangan sampai sibuk eforia piala adipura sambil “cok boh mirah” di mata publik, tapi hak petugas yang berkeja keras malah terabaikan, ini perlu diingat,” ucapnya.

Jadi, kata Ozy mengingatkan, Prokopim Pemko Banda Aceh harus hati-hati dalam menginformasikan ke publik. Yang benar Adipura itu tertunda selama 4 tahun, bukan pemko Banda Aceh yang absen.

“Mari saling menghargai bah adipura diperoleh karena kologial semua pihak, termasuk pemerintah sebelumnya. “Bek peu trang lampu dro, peu seupot lampu gob (jangan sampai untuk memperteang lampu sendiri, lalu memadamkan lampu orang lain.

Jangan pula karena penjelasan humas(prokopim) yang asal-asalan Pj walikota gadoh peu bulat-bulat sente,” tegasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top