Laba BSI Capai Rp1,71 Triliun, Naik 17,07% pada Kuartal I/2024

Selasa, 30 April 2024 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mercinews.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) alias BSI membukukan laba bersih Rp1,71 triliun pada kuartal I/2024.

Nilai laba laba BSI ini naik 17,07% dibandingkan periode sebelumnya Rp1,46 triliun secara tahunan (yoy).

Berdasarkan publikasi harian Bisnis Indonesia, Selasa (30/4/2024), BRIS mencatatkan pendapatan setelah distribusi bagi hasil tumbuh 2,01% menjadi Rp4,38 triliun dari sebelumnya Rp4,29 triliun.

Adapun, pendapatan dari penyaluran dana tumbuh 12,26% mencapai Rp6,31 triliun dibanding periode sebelumya Rp5,62 triliun.

Laba BSI terdorong dari pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang tumbuh 2,32% menjadi Rp427,74 miliar dari Rp418,04 miliar. Kemudian, pendapatan lainnya naik 12,64% menjadi Rp314,51 miliar.

Baca Juga:  Apa Karya Setuju Bank Konvensional Kembali Beroperasi di Aceh

Pada fungsi intermediasi, pembiayaan BSI naik 15,92% menjadi Rp246,54 triliun dari sebelumnya Rp212,67 triliun. Alhasil, aset terkerek naik 14,25% menjadi Rp357,9 triliun dari sebelumnya Rp313,25 triliun.

Secara paralel, rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming loan/NPF) gross mengalami penurunan menjadi 2,01% dari 2,36%. Kemudian, NPF net menjadi 0,55% dari 0,54%.

Baca Juga:  BSI: Alokasi KUR untuk Provinsi Aceh Rp3,1 triliun pada tahun 2024

Net Operating Margin (NOM) berada di level 2,78% dari sebelumnya 2,73% Kemudian, BSI telah menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp297,34 triliun, naik 10,43% dari sebelumnya Rp269,26 triliun. Dana murah BSI menyentuh Rp180,96 triliun tumbuh 9,29% yoy dari sebelumnya Rp165,57 triliun. []

Berita Terkait

Gandeng TNI-Polri, PTPN IV PalmCo Perkuat Pengamanan Aset Negara dan Modernisasi Kebun Sawit
Prabowo: Ekonomi Pancasila Harus Egaliter, Jangan Cuma Untungkan Segelintir Orang
Purbaya Optimistis Tekanan Rupiah Mereda dalam Beberapa Bulan ke Depan
Harga Sawit Sempat Tertekan, Petani Mitra PalmCo Tetap Nikmati Harga Sesuai Aturan
Ateng: PT DSI Instrumen Negara Amankan Devisa Demi Kesejahteraan Rakyat
Tembus USD 3,5 Miliar! Prabowo Borong Tiga Kesepakatan Raksasa dari Prancis
Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Kakao Global, Tarif Ekspor Indonesia Ikut Naik
Rupiah Terancam Rp 18.000, Sentimen Global dan Domestik Dorong Dolar AS Menguat

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:10 WIB

Gandeng TNI-Polri, PTPN IV PalmCo Perkuat Pengamanan Aset Negara dan Modernisasi Kebun Sawit

Senin, 1 Juni 2026 - 16:21 WIB

Prabowo: Ekonomi Pancasila Harus Egaliter, Jangan Cuma Untungkan Segelintir Orang

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:09 WIB

Purbaya Optimistis Tekanan Rupiah Mereda dalam Beberapa Bulan ke Depan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:37 WIB

Harga Sawit Sempat Tertekan, Petani Mitra PalmCo Tetap Nikmati Harga Sesuai Aturan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:08 WIB

Ateng: PT DSI Instrumen Negara Amankan Devisa Demi Kesejahteraan Rakyat

Berita Terbaru