Depok, Mercinews.com – Langit Rangkapan Jaya, Kota Depok sempat gelap oleh mendung. Hujan deras pun mengguyur Masjid Jami’ Miftahul Jannah pada Senin (15/6/2026) malam. Sejumlah santri Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Miftahul Jannah dan Yayasan Sakinah serta remaja lingkungan RT 04 RW 02 Rangkapan Jaya mulai cemas pawai obor batal.
Namun menjelang pukul 20.00 WIB, hujan mereda. Angin membawa bau tanah basah. Para santri dan anak-anak serta orang tua mulai berkumpul di halaman masjid.
Satu per satu obor dinyalakan. Senter warna-warni dibagikan. Senyum santri dan anak-anak merekah sembari melambaikan kembang kelapa ondel-ondel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Imam Besar Masjid Jami’ Miftahul Jannah, Ustaz Minin Ibrahim, berdiri di depan barisan. Dengan mikrofon di tangan, ia mengucap bismillah dan melepas pawai.
“Obor ini simbol cahaya. Kita diajak berhijrah dari gelap ke terang, dari buruk ke baik, menyambut tahun baru dengan hati yang bersih,” ujarnya sebelum melepas rombongan.
“Duaar” “Duaar” kembang api menerangi gelap.
Barisan pun bergerak. Santri Miftahul Jannah berjalan berbaris rapi disusul santri dan santriwati Yayasan Sakinah.
Sejumlah remaja memikul replika masjid. Beduk ditarik di atas gerobak. Tangan-tangan menggenggam bambu berapi. Wajah mereka diterangi cahaya keemasan.

Pawai obor dimulai. Menyusuri jalan Komplek Depok Jaya Agung lalu ke Jalan Samudera Jaya.
Beduk ditabuh ritmis. “Dug, dug, dug,” bersahut dengan solawat yang dilantunkan bersama. “Solaatullah, Salamullah,” menggema di antara gang-gang komplek.
Warga yang tak ikut pawai keluar pagar. Ada yang merekam dengan ponsel. Seorang balita digendong ayahnya melambaikan tangan ke arah iring-iringan.
Sebelum pukul 21.00 WIB, barisan pawai kembali ke masjid. Obor satu per satu dipadamkan. Jalanan kembali gelap. Tapi sisa hangatnya masih terasa. Dari bambu, dari solawat, dan dari kebersamaan menyambut 1 Muharram 1448 H.(red)






