Ismail Haniyeh terbunuh bersama seorang pengawalnya di Iran

Rabu, 31 Juli 2024 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Politbiro Hamas, Ismail Haniyeh

Kepala Politbiro Hamas, Ismail Haniyeh

Jakarta, Mercinews.com – Kepala Politbiro Hamas, Ismail Haniyeh, terbunuh di Teheran, lapor kantor berita Iran.

Menurut kantor berita tersebut, Haniyeh dan salah satu pengawalnya tewas dalam serangan di kediaman mereka di Teheran.

Hamas mengumumkan pada hari Rabu (31/7/2024) bahwa pemimpin politiknya, Ismail Haniyeh, tewas dalam serangan Israel di Iran. Haniyeh berada di Iran untuk menghadiri pelantikan presiden baru negara tersebut.

“Saudara, pemimpin, mujahid Ismail Haniyeh, kepala gerakan, tewas dalam serangan Zionis di markas besarnya di Teheran setelah ia berpartisipasi dalam pelantikan presiden baru (Iran),” kata kelompok Hamas dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Rabu (31/7/2024).

Garda Revolusi Iran juga mengumumkan kematian tersebut, dengan mengatakan kediaman Haniyeh di Teheran, ibu kota Iran “diserang” dan ia terbunuh bersama seorang pengawalnya.

Baca Juga:  Luhut: Penertiban BBM subsidi pakai AI hemat APBN Rp50 triliun

“Kediaman Ismail Haniyeh, kepala kantor politik Perlawanan Islam Hamas, diserang di Teheran, dan sebagai akibat dari insiden ini, ia dan salah seorang pengawalnya menjadi martir,” kata sebuah pernyataan oleh situs web berita Sepah milik Korps Garda Revolusi Islam.

Haniyeh telah melakukan perjalanan ke Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Selasa (30/7) waktu setempat.

Militer Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan kematian Haniyeh.

Baca Juga:  Puncak menara Katedral Rouen di Paris terbakar

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah bersumpah untuk menghancurkan Hamas dan membawa kembali semua sandera yang ditawan selama serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober, yang memicu perang di Jalur Gaza.

Serangan yang dilancarkan Hamas ke Israel selatan itu mengakibatkan kematian 1.197 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.

(m/c)

Berita Terkait

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris
Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia
Arab Saudi Perkuat Layanan Kesehatan Jelang Puncak Haji di Tengah Ancaman Suhu Ekstrem
AWG Soroti Masa Depan Palestina dan Hukum Internasional dalam Seminar 78 Tahun Nakba
Alex Marquez Menang Sprint Race Catalunya, Persaingan Klasemen MotoGP 2026 Kian Sengit
Pria Bersenjata Penyerang Trump Hadapi Ancaman Penjara Seumur Hidup

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:52 WIB

Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:10 WIB

Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:37 WIB

Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:32 WIB

Arab Saudi Perkuat Layanan Kesehatan Jelang Puncak Haji di Tengah Ancaman Suhu Ekstrem

Berita Terbaru