Bahlil Ungkap Progres di IKN Jelang Upacara Kemerdekaan RI pada 17 Agustus

Kamis, 11 Juli 2024 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi Presiden, hari ini, Rabu (5/6/2024), meninjau langsung kesiapan lapangan yang akan digunakan untuk upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Indonesia, di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Foto: Biro Pers Setpres

Jokowi Presiden, hari ini, Rabu (5/6/2024), meninjau langsung kesiapan lapangan yang akan digunakan untuk upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Indonesia, di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Foto: Biro Pers Setpres

Sumedang, Mercinews.com – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia menyebut upacara kemerdekaan di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 17 Agustus 2024 tidak akan terkendala.

Menurut Bahlil, dalam persiapan upacara kemerdekaan RI pada segi infrastruktur di IKN sendiri hampir terealisasi. Sehingga, kata dia, upacara kemerdekaan RI yang rencananya menjadi salah satu agenda penting pertama itu bisa dilakukan.

“Oke IKN kita akan upacara pada tanggal 17 Agustus di IKN dan sekarang untuk bandaranya akan jadi sebelum tanggal 17 Agustus kita akan mendarat kemudian tolnya juga hampir jadi,” ujar Bahlil usai menghadiri kuliah umum di IPDN, Jatinangor, Sumedang, Kamis (11/7/2024).

Bahlil mengungkap masih terdapat infrastruktur jalan tol menuju pusat kota IKN belum selesai. Meski demikian, hal tersebut tidak akan mengganggu dalam rencana upacara kemerdekaan RI di IKN.

“Kita doakan mudah-mudahan tinggal sekitar hampir kurang lebih sekitar 10 km tapi andaikan pun itu gak selesai dia akan keluar di jalan utama dan semuanya sudah aspal. Itu menyangkut dengan infrastruktur persiapan IKN,” katanya.

Investasi di IKN

Di sisi lain, Bahlil juga menyebut bahwa investasi di IKN sendiri masih berjalan, salah satunya yakni pada klaster pertama yang nantinya akan diisi oleh pemimpin serta lembaga tinggi negara.

Baca Juga:  Prof. Harris Arthur Hedar: Sekolah Rakyat Presiden Prabowo Pilar Pembangunan SDM

“Yang kedua menyangkut dengan investasi. Pada klaster pertama. Di klaster pertama ini adalah semacam kalau istana itu Sarinahnya lah ya. Sarinah, Menteng,” kata Bahlil.

Menurutnya, pada klaster pertama ini semuanya merupakan Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN). Sementara pada klaster kedua nantinya akan ada investasi asing.

Nah ini semuanya PMDN. Semuanya investasinya PMDN. Kenapa PMDN? Karena kita pikir bahwa ini klaster yang sangat inti. Nanti klaster keduanya baru ada investasi asing PMA-nya dan investasi,” ucapnya.

“Kemarin saya di DPR saya sampaikan bahwa untuk pada klaster pertama totalnya semua PMDN tidak ada PMA untuk kluster pertama nanti kluster kedua baru PMA kenapa itu? Karena ini kita ingin kluster pertama karena tempatnya sangat strategis harus dimiliki oleh orang Indonesia semua nanti kluster kedua nya baru asing,” ungkapnya.

Baca Juga:  Perlindungan Wartawan Investigasi Diperkuat, Dewan Pers Gandeng LPSK dan Komnas Perempuan

Sementara itu, Bahlil menyampaikan setelah 17 Agustus 2024 nanti tidak akan ada lagi investor yang menunggu kembali. Hanya saja, kata dia, proses wait and see tersebut terjadi karena adanya Pemilu.

“Oh sudah, nanti setelah 17 Agustus itu udah gak ada wait and see, kemarin kan pemilu aja karena kita pemilu kan hampir semua terjadi wait and see dan itu kan ciri negara manapun yang ketika melakukan pemilu pasti akan terjadi pelambatan,” pungkasnya.

(m/ci)

Sumber Berita : detikcom

Berita Terkait

IPR: Pergantian Kepala BGN Dapat Pulihkan Citra Program MBG 
Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Eks Pejabat Lainnya
JPPI Desak Evaluasi Total Program MBG, Pergantian Pimpinan BGN Dinilai Belum Selesaikan Masalah
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Negara Hadir Jamin Kebebasan Beribadah
Apresiasi Gaya Komunikasi Teddy Indra Wijaya, Iwan: Minim Drama, Maksimal Data
Copot Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Nanik S. Deyang Pimpin BGN
LAKAM DKI Jakarta Bergerak, Laporkan Abu Janda ke Bareskrim
KPK Periksa Kakak Ipar Eks Bupati Rita Widyasari di Kasus Gratifikasi Batu Bara Kukar

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:46 WIB

IPR: Pergantian Kepala BGN Dapat Pulihkan Citra Program MBG 

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:45 WIB

Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Eks Pejabat Lainnya

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:36 WIB

Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Negara Hadir Jamin Kebebasan Beribadah

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:23 WIB

Apresiasi Gaya Komunikasi Teddy Indra Wijaya, Iwan: Minim Drama, Maksimal Data

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:12 WIB

Copot Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Nanik S. Deyang Pimpin BGN

Berita Terbaru