Wamen Imipas dan DPD RI Soroti Perlunya Kebijakan Imigrasi Khusus untuk Bali

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. Kanim Ngurah Rai

Foto: Dok. Kanim Ngurah Rai

Gianyar-Bali, Mercinews.com – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, bersama Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, menegaskan pentingnya kebijakan keimigrasian yang bersifat khusus bagi Bali di tengah meningkatnya arus globalisasi dan tingginya jumlah warga negara asing (WNA) yang tinggal di Pulau Dewata.

Hal itu disampaikan Wamen Imipas Silmy Karim dalam kegiatan Kuliah Umum dan Penghargaan Dies Natalis ke-63 Universitas Mahendradatta yang berlangsung di The Sukarno Center, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa, akademisi, unsur TNI dan Polri, serta tokoh masyarakat Bali. Forum itu menjadi ruang diskusi terkait tantangan keimigrasian, perlindungan budaya lokal, dan kesiapan masyarakat menghadapi kompetisi global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kuliah umum bertajuk Peran Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai Pilar Penegakan Hukum dan Pelayanan Publik, Silmy menilai Bali tidak dapat diperlakukan sama dengan daerah lain dalam penerapan kebijakan keimigrasian.

Baca Juga:  Mie Gacoan Damai dengan LMK SELMI, Menkum Tekankan Pentingnya Royalti

Menurutnya, Bali memiliki karakteristik khusus sebagai destinasi wisata dunia dengan tingkat kedatangan WNA yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

“Bali menjadi tolok ukur kinerja imigrasi. Karena itu, kebijakan yang diterapkan tidak bisa diseragamkan begitu saja dengan daerah lain,” ujar Silmy.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini menerapkan kebijakan selective policy untuk menyaring wisatawan asing berkualitas, terutama yang memiliki daya belanja tinggi dan memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional.

Kebijakan tersebut juga ditujukan untuk mencegah masuknya warga asing yang berpotensi menimbulkan persoalan, mulai dari kriminalitas, penyalahgunaan narkotika, benturan budaya, hingga ancaman terorisme.

Meski pengawasan diperketat, Silmy menyebut pertumbuhan sektor pariwisata Bali tetap menunjukkan tren positif.

Untuk memperkuat pengawasan orang asing, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal Imigrasi tengah mengembangkan Aplikasi Pengawasan Orang Asing (APOA). Sistem tersebut nantinya akan terintegrasi dengan Kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Baca Juga:  Merapi Muntahkan Awan Panas Malam Ini, Jarak Luncur 1,3 Km

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan transformasi layanan keimigrasian, di antaranya kemudahan pembayaran visa dari luar negeri menggunakan kartu kredit yang langsung terhubung dengan kas negara.

Silmy turut menyosialisasikan program Global Citizen Indonesia (GCI) yang diluncurkan pada November tahun lalu. Program itu ditujukan bagi diaspora Indonesia agar dapat keluar-masuk Indonesia tanpa visa atau KITAS sekaligus berkontribusi terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Apresiasi

Sementara itu, Arya Wedakarna mengapresiasi berbagai inovasi layanan keimigrasian di Bali, termasuk penerapan autogate paspor elektronik yang dinilai mampu mengurai antrean di bandara internasional.

Ia juga menyoroti peningkatan kapasitas kelembagaan imigrasi di Bali, termasuk penambahan sumber daya manusia dan pengembangan kantor imigrasi yang lebih modern di Klungkung dan Tabanan.

Namun demikian, Arya menilai perlindungan masyarakat lokal tetap harus menjadi perhatian utama pemerintah di tengah meningkatnya jumlah WNA yang tinggal menetap di Bali.

Baca Juga:  Abah Anton Ajak Tokoh Masyarakat Jaga Demokrasi dan Tolak Kekerasan

Ia mendorong adanya amandemen Undang-Undang Keimigrasian agar regulasi yang ada mampu menjawab dinamika sosial dan tantangan baru yang muncul di daerah pariwisata internasional seperti Bali.

Dalam forum tersebut, para pembicara menyimpulkan bahwa Bali membutuhkan penanganan keimigrasian yang lebih spesifik dan adaptif guna menjaga kelestarian budaya, stabilitas sosial, dan keamanan daerah.

Penguatan pengawasan orang asing melalui APOA serta pembenahan kebijakan visa dinilai menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan.

Selain itu, generasi muda Bali juga didorong untuk meningkatkan kesiapan diri menghadapi persaingan global yang semakin terbuka di wilayahnya sendiri.

Karena itu, sinergi antara DPD RI, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, serta institusi pendidikan dinilai menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang mampu melindungi sekaligus memberdayakan masyarakat lokal di era globalisasi.(red)

Berita Terkait

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda
Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya
AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat
Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya
Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata
Semangat Kemerdekaan, BNNK Lampung Selatan Gaungkan Gerakan BERSINAR
APRC Sumut 2026 Digelar di Perkebunan PTPN IV PalmCo, UMKM Lokal Rasakan Dampak Positif
Imigrasi Ponorogo Borong Enam Penghargaan, Buktikan Kinerja Makin Luar Biasa

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:13 WIB

AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB