Venezuela Serukan Perlawanan Usai AS Klaim Tangkap Nicolas Maduro

Sabtu, 3 Januari 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump mengklaim pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.(Foto: ilustrasi Mercinews.com)

Presiden Donald Trump mengklaim pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.(Foto: ilustrasi Mercinews.com)

MERCINEWS.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela meningkat setelah pemerintah Venezuela menyerukan perlawanan nasional menyusul klaim Amerika Serikat yang menyatakan telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Hingga kini, pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi secara resmi keberadaan Maduro.

Seruan perlawanan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López melalui sebuah pernyataan video yang diunggah di media sosial, Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Padrino López menyebut negaranya tengah menghadapi agresi militer dan meminta seluruh elemen bangsa bersatu menghadapi situasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan seluruh angkatan bersenjata telah dikerahkan untuk mempertahankan kedaulatan negara. Padrino López juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi kepanikan yang, menurutnya, sengaja diciptakan oleh pihak luar.

Baca Juga:  Ali Khamenei Perintahkan Militer Serangan Langsung ke Israel

Pernyataan dari pemerintah Venezuela muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim AS telah melakukan operasi militer di Venezuela.

Dalam pernyataan yang dikutip CNN, Trump menyebut operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya dan menyatakan rincian lebih lanjut akan disampaikan dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.

Trump juga mengaitkan operasi tersebut dengan dakwaan terhadap Maduro yang telah diajukan otoritas hukum AS pada 2020 atas tuduhan terorisme narkotika. Namun, pemerintah AS belum merilis keterangan resmi terkait lokasi penangkapan atau proses hukum lanjutan terhadap Maduro.

Baca Juga:  Dubes Rusia larangan impor uranium, akan hantam perekonomian AS

Penangkapan Maduro

Sementara itu, laporan CBS News menyebut penangkapan Maduro dilakukan oleh Pasukan Delta, unit misi khusus elite Angkatan Darat AS. Laporan tersebut menyatakan operasi berlangsung pada Sabtu pagi waktu setempat. Informasi ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak luar.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Venezuela menyatakan sejumlah wilayah perkotaan di negaranya terdampak serangan yang diduga melibatkan helikopter tempur Amerika.

Ia mengonfirmasi instalasi militer Fort Tiuna di Caracas menjadi salah satu lokasi yang diserang. Pihaknya masih menghimpun data terkait korban dan kerusakan akibat serangan tersebut.

Baca Juga:  Trump mengecam pidato Biden di Ruang Oval yang 'mengerikan' Itu adalah kudeta'

Proses Hukum

Terpisah, Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan Nicolás Maduro akan segera menghadapi proses hukum di Amerika Serikat. Melalui unggahan di platform X, Bondi menegaskan dakwaan terhadap Maduro tetap berlaku dan akan diproses sesuai hukum AS.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Venezuela masih berkembang. Komunitas internasional belum menyampaikan sikap resmi, sementara klaim penangkapan Presiden Maduro masih menjadi perbedaan utama antara pernyataan AS dan pemerintah Venezuela.(red/sumber: CNN)

Berita Terkait

Ali Khamenei Soroti Peran AS di Tengah Gelombang Protes Iran
Kampung Indonesia di Guangdong Tiongkok, Jejak Budaya Nusantara di Negeri Tirai Bambu
Zohran Mamdani Resmi Dilantik Wali Kota New York, Ambil Sumpah di Atas Al-Qur’an
Perang Rusia-Ukraina: Serangan Rudal di Kyiv Lukai Puluhan Orang
Promosikan Pendidikan Taiwan, TETO Luncurkan Film Pendek ‘Pelan Saja’
Indonesia Berperan Besar Membentuk Tata Kelola Global Berkeadilan
PTPN IV PalmCo Hadir di COP30 Brasil, Tampilkan Transformasi Sawit Rendah Emisi melalui Biogas POME
Zohran Mamdani: Wali Kota New York yang Ingin Tegakkan Hukum Internasional

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:38 WIB

Ali Khamenei Soroti Peran AS di Tengah Gelombang Protes Iran

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:33 WIB

Kampung Indonesia di Guangdong Tiongkok, Jejak Budaya Nusantara di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 3 Januari 2026 - 22:53 WIB

Venezuela Serukan Perlawanan Usai AS Klaim Tangkap Nicolas Maduro

Kamis, 1 Januari 2026 - 23:42 WIB

Zohran Mamdani Resmi Dilantik Wali Kota New York, Ambil Sumpah di Atas Al-Qur’an

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:25 WIB

Perang Rusia-Ukraina: Serangan Rudal di Kyiv Lukai Puluhan Orang

Berita Terbaru

Ilustrasi

Teknologi

Meta Hapus Ribuan Akun Remaja di Media Sosial

Rabu, 14 Jan 2026 - 19:36 WIB

Daerah

Menatap Abad Kedua Teh Kayu Aro

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:14 WIB