MERCINEWS.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela meningkat setelah pemerintah Venezuela menyerukan perlawanan nasional menyusul klaim Amerika Serikat yang menyatakan telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Hingga kini, pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi secara resmi keberadaan Maduro.
Seruan perlawanan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López melalui sebuah pernyataan video yang diunggah di media sosial, Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Padrino López menyebut negaranya tengah menghadapi agresi militer dan meminta seluruh elemen bangsa bersatu menghadapi situasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan seluruh angkatan bersenjata telah dikerahkan untuk mempertahankan kedaulatan negara. Padrino López juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi kepanikan yang, menurutnya, sengaja diciptakan oleh pihak luar.
Pernyataan dari pemerintah Venezuela muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim AS telah melakukan operasi militer di Venezuela.
Dalam pernyataan yang dikutip CNN, Trump menyebut operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya dan menyatakan rincian lebih lanjut akan disampaikan dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.
Trump juga mengaitkan operasi tersebut dengan dakwaan terhadap Maduro yang telah diajukan otoritas hukum AS pada 2020 atas tuduhan terorisme narkotika. Namun, pemerintah AS belum merilis keterangan resmi terkait lokasi penangkapan atau proses hukum lanjutan terhadap Maduro.
Penangkapan Maduro
Sementara itu, laporan CBS News menyebut penangkapan Maduro dilakukan oleh Pasukan Delta, unit misi khusus elite Angkatan Darat AS. Laporan tersebut menyatakan operasi berlangsung pada Sabtu pagi waktu setempat. Informasi ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak luar.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Venezuela menyatakan sejumlah wilayah perkotaan di negaranya terdampak serangan yang diduga melibatkan helikopter tempur Amerika.
Ia mengonfirmasi instalasi militer Fort Tiuna di Caracas menjadi salah satu lokasi yang diserang. Pihaknya masih menghimpun data terkait korban dan kerusakan akibat serangan tersebut.
Proses Hukum
Terpisah, Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan Nicolás Maduro akan segera menghadapi proses hukum di Amerika Serikat. Melalui unggahan di platform X, Bondi menegaskan dakwaan terhadap Maduro tetap berlaku dan akan diproses sesuai hukum AS.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Venezuela masih berkembang. Komunitas internasional belum menyampaikan sikap resmi, sementara klaim penangkapan Presiden Maduro masih menjadi perbedaan utama antara pernyataan AS dan pemerintah Venezuela.(red/sumber: CNN)






