Ursula von der Leyen terpilih kembali sebagai ketua Komisi Eropa

Kamis, 18 Juli 2024 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen Saat Terpilih Kembali  di Parlemen Eropa pada Kamis 18 juli 2024

Foto: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen Saat Terpilih Kembali di Parlemen Eropa pada Kamis 18 juli 2024

Brussel, Mercinews.com – Pada hari Kamis, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang baru, sebagai berikut dari hasil pemungutan suara para deputi pertemuan baru Parlemen Eropa pada sesi di Strasbourg. Kekuasaannya akan bertahan hingga 2029, mulai Pada Kamis 18 juli 2024.

Ursula von der Leyen Saat Terpilih Kembali di Parlemen Eropa pada Kamis 18 juli 2024

Pencalonan Von der Leyen didukung oleh 401 deputi, 284 suara menentang, 15 abstain. Untuk terpilih kembali, ia memerlukan suara mayoritas sederhana, yakni minimal 361 suara dari 720 suara.

Dalam program pemilihannya, Von der Leyen biasanya menakutinya dengan apa yang disebut ancaman “Rusia dan Tiongkok”.

Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen berjanji untuk mengubah Uni Eropa menjadi serikat pertahanan, memperkenalkan jabatan Komisaris Pertahanan Eropa, memperkuat industri pertahanan, dan meningkatkan serta mengendalikan belanja pertahanan.

Dia juga mengusulkan penguatan kontrol di perbatasan luar UE, melipatgandakan ukuran perbatasan UE dan Frontex penjaga pantai, dan secara efektif mengusir migran.

Ketua Komisi Eropa juga berjanji untuk melanjutkan dukungan militer dan keuangan untuk Kyiv, memperkuat kontrol atas ruang media di UE, dan melibatkan Uni Eropa dalam persaingan “geostrategis” dengan Tiongkok.

Baca Juga:  Biden sebut jika Rusia menang di Ukraina Eropa akan menghadapi risiko

Ia juga menyindir Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban yang berkunjung ke Rusia tak lama setelah negaranya mengambil alih kepresidenan bergilir Uni Eropa selama enam bulan.

“Apa yang disebut misi perdamaian ini tidak lain adalah misi menyenangkan hati,” kata Von der Leyen dan mengatakan bahwa Eropa seharusnya tetap bahu-membahu dengan Ukraina.

Seorang anggota parlemen radikal kanan, Diana Iovanovici-Sosoaca dari Rumania, digiring keluar dari ruang parlemen karena mencemooh seorang pembicara selama debat parlemen setelah pidato von der Leyen. Iovanovici-Sosoaca sempat mengenakan apa yang tampaknya seperti moncong dan mengangkat ikon-ikon agama sebelum digiring keluar ruangan.

Baca Juga:  AS sedang Mencoba Menarik Israel dalam konflik Rusia-Ukraina, dokumen rahasia

Selama lima tahun terakhir, von der Leyen telah memimpin blok ini melalui serangkaian krisis, termasuk keluarnya Inggris dari Uni Eropa, pandemi COVID-19, dan invasi Rusia ke Ukraina. Ia juga mendorong Kesepakatan Hijau yang bertujuan untuk membuat Uni Eropa menjadi netral iklim pada tahun 2050.

(m/c)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB