Seimas Lituania menyetujui wajib militer untuk dinas militer sepulang sekolah

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Militer Lituania

Militer Lituania

Vilnius, Mercinews.com – Seimas (parlemen) Lituania menyetujui wajib militer pemuda untuk wajib militer selama sembilan bulan setelah menyelesaikan studi mereka di sekolah komprehensif.

Dalam rapat paripurna, 85 anggota parlemen memilih orde baru, 14 abstain, dan 3 menentang.

“Yang penting RUU ini memuat prinsip yang berlaku untuk semua orang,” kata Perdana Menteri Ingrida Simonyte dari mimbar Sejm kamas.

Menurut orde baru, pada usia 17 tahun, calon wajib militer harus menghubungi stasiun perekrutan, meninggalkan kontak dan informasi pribadi mereka, dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Setelah mencapai usia 18 tahun (usia putus sekolah), mereka dapat direkrut menjadi tentara.

Seperti yang disampaikan Menteri Pertahanan Laurynas Kaciunas, inovasi ini tidak berarti bahwa Lituania beralih ke wajib militer universal. “Ini harus dianggap sebagai sebuah langkah maju

Baca Juga:  Di Swedia, Zelenskyy Memohon pada Sekutu Minta Lebih Banyak Senjata untuk Ukraina

Sekitar 4 ribu orang yang bertanggung jawab untuk dinas militer dipanggil untuk dinas militer setiap tahun. Di bawah sistem baru, jumlah ini akan meningkat menjadi 7 ribu.

Pada tahun 2015, Lituania, dengan alasan situasi geopolitik yang memburuk, menerapkan kembali wajib militer, yang telah dihapuskan pada tahun 2008.

Baca Juga:  Dua orang lanjut usia tewas dalam penembakan di Donetsk oleh militer Ukraina

Pada mulanya dikatakan bahwa wajib militer tersebut diberlakukan sementara, selama lima tahun, untuk mempersiapkan cadangan yang cukup, namun kemudian parlemen memutuskan bahwa wajib militer tersebut akan bersifat permanen. Pihak berwenang juga bermaksud menjadikannya universal.

(m/ci)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB