Mataram, Mercinews.com – PT Cipta Rezeki Utama meraih penghargaan sebagai perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan skema zero cost terbaik di Nusa Tenggara Barat (NTB). Penghargaan tersebut diberikan oleh SD Guthrie atas komitmen perusahaan dalam menjalankan proses perekrutan yang prosedural, transparan, dan tanpa biaya bagi calon pekerja.
Penghargaan diserahkan dalam acara majelis apresiasi yang dihadiri Gubernur NTB, jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta perwakilan agen perekrutan. Presiden Direktur PT Cipta Rezeki Utama, Firman Akbar Sopyan, menerima langsung penghargaan tersebut dari pimpinan SD Guthrie.
Komisaris Utama PT Cipta Rezeki Utama, H. Edy Sopyan, mengatakan penghargaan itu menjadi bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mendukung penempatan PMI secara resmi dan sesuai ketentuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, skema zero cost memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat, khususnya warga dari keluarga kurang mampu, untuk bekerja di luar negeri tanpa terbebani biaya penempatan.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja migran,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya siap memprioritaskan calon pekerja dari kategori miskin ekstrem agar dapat mengakses peluang kerja melalui jalur resmi. Dengan adanya skema tanpa biaya, ia berharap praktik keberangkatan nonprosedural dapat ditekan.
Berdasarkan data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) tahun 2025, PT Cipta Rezeki Utama tercatat masuk 10 besar nasional sebagai perusahaan penempatan PMI terbanyak dengan tujuan Malaysia. Dari sekitar 500 perusahaan penempatan PMI di Indonesia, perusahaan tersebut dinilai konsisten dalam pemenuhan prosedur dan administrasi.
Sementara itu, perwakilan SD Guthrie menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTB, BP3MI, dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram dalam memastikan proses penempatan berjalan transparan dan sesuai aturan.
SD Guthrie menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan penempatan di NTB menjadi faktor penting dalam menjaga tata kelola perekrutan yang beretika dan bebas pungutan biaya bagi calon pekerja.
Ke depan, kerja sama antara perusahaan penempatan, pemerintah daerah, dan pihak pengguna di Malaysia diharapkan terus diperkuat guna meningkatkan kualitas serta perlindungan bagi PMI asal NTB.(red)






