Angka Kematian Bayi di Abdya Capai 12 Kasus Sepanjang Juli 2024

Jumat, 12 Juli 2024 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Dinas Kesehatan Abdya Safliati (Jimi pratama/ Mercinews.com)

Foto : Kepala Dinas Kesehatan Abdya Safliati (Jimi pratama/ Mercinews.com)

BLANGPIDIE (MERCINEWS.COM) – Dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, terhitung sejak Januari hingga awal bulan Juli 2024, sebanyak 12 kasus kematian bayi dan 2 kasus kematian ibu, ditemukan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Data diterima media ini dari Dinas Kesehatan Abdya Kamis (11-07-2024) diketahui, kasus kematian bayi pertama terjadi pada bulan Januari sebanyak 2 kasus kematian bayi, di Kecamatan Susoh dan Kecamatan Setia (Lhang).

Kasus kedua terjadi pada bulan Februari, sebanyak 2 kasus kematian bayi di Sangkalan Susoh. Kasus ketiga bulan Maret, sebanyak 3 kasus kematian bayi di Kecamatan Tangan-tangan dan Kecamatan Lembah Sabil.

Kasus keempat bulan Mei, sebanyak 3 kasus kematian bayi di Kecamatan Tangan-Tangan dan Kecamatan Kuala Batee. Kasus kelima bulan Juli, sebanyak 2 kasus kematian bayi di Kecamatan Tangan-Tangan.

Demikian juga, sebanyak 2 kasus kematian ibu juga ditemukan di ‘Nanggroe Breuh Sigupai’, dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2024.

Kasus pertama pada bulan Februari, sebanyak 1 kasus kematian ibu di Kecamatan Babah Rot. Kasus kedua bulan Juni, sebanyak 1 kasus kematian ibu di Kecamatan Tangan-Tangan.

“Kalau tahun 2023 lalu, ada 19 kasus kematian bayi dan 2 kasus kematian ibu,” ungkap Safliati SST M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Abdya.
Safliati juga menyebutkan, penyebab kasus kematian ibu rata-rata hampir sama, phenomia shok sepsis, sesak berat, juga penyakit penyerta.

Baca Juga:  PalmCo Percepat Peremajaan Sawit Rakyat di Tanjab Timur Jambi

Sedangkan kasus kematian bayi, riwayat kematiannya beragam. Diantaranya, demam, sesak, infeksi paru, RDS dan suspeck HMD, disfagia croup, asfiksia, BBLR, BBLR/asfiksia, penomonia, aspira penomia, BBLR/premature, gagal kardiopumonal, BBLR/suspeck aspirasi, pheuomonic plus dehidrasi sedang plus kejang, lahir mati, chongenital hearth desease, premature, hipotermi dan sepsis dehidrasi berat.

Safliati menekankan kepada para bidan yang bertugas di Abdya khususnya, agar lebih menfokuskan diri pada kesehatan ibu dan bayi.

Bidan katanya, memainkan peran yang sangat penting dalam mengurangi kematian ibu dan bayi.

Baca Juga:  Minta Kepastian Klaim Lahan, Ratusan Pekerja PTPN IV PalmCo Cot Girek Datangi Kantor Bupati Aceh Utara

“Ibu hamil harus rutin memeriksakan kesehatannya selama mengandung ke dokter atau bidan. Sehingga, jika ada sesuatu yang berjalan tidak semestinya, bisa ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

Terakhir Safliati menyampaikan, dalam rangka menekan angka terjadinya kasus kematian ibu dan bayi di Abdya, jajaran Dinas Kesehatan mewacanakan meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dilapangan, terutama bidan yang menolong persalinan, juga dokter Puskesmas, untuk in house training, atau magang di Rumah Sakit Umum Teungku Peukhan Abdya, terkait tata laksana penanganan asfiksia/resusitasi pada bayi, yang menjadi penyebab terbanyak dari kematian bayi.(*)

Berita Terkait

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda
Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya
AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat
Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya
Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata
Semangat Kemerdekaan, BNNK Lampung Selatan Gaungkan Gerakan BERSINAR
APRC Sumut 2026 Digelar di Perkebunan PTPN IV PalmCo, UMKM Lokal Rasakan Dampak Positif
Imigrasi Ponorogo Borong Enam Penghargaan, Buktikan Kinerja Makin Luar Biasa

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:13 WIB

AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB