PB PSTI Siap Gelar Liga Sepak Takraw dan Pelatihan Wasit Berstandar Internasional

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ASTAF & Secretary General ISTAF, Datuk Abdul Halim Bin Kader, BBM (tengah), didampingi Deputy Secretary ISTAF Muhammad Taufik Halim dan Deputy President ISTAF Muhammad Fariq Abdul Halim, berfoto bersama Ketua Umum PB PSTI Dr. H. Suryanto, A.M., S.Ag. (keempat dari kiri), Sekretaris Jenderal PB PSTI Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO (ketiga dari kiri), Dekan FIKK UNJ Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd., serta jajaran pengurus lainnya saat pertemuan di FIKK UNJ, Selasa (9/6/2026).(Foto: Istimewa)

Presiden ASTAF & Secretary General ISTAF, Datuk Abdul Halim Bin Kader, BBM (tengah), didampingi Deputy Secretary ISTAF Muhammad Taufik Halim dan Deputy President ISTAF Muhammad Fariq Abdul Halim, berfoto bersama Ketua Umum PB PSTI Dr. H. Suryanto, A.M., S.Ag. (keempat dari kiri), Sekretaris Jenderal PB PSTI Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO (ketiga dari kiri), Dekan FIKK UNJ Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd., serta jajaran pengurus lainnya saat pertemuan di FIKK UNJ, Selasa (9/6/2026).(Foto: Istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) siap menggelar Liga Sepak Takraw Nasional dan pelatihan wasit berstandar internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga sepak takraw di Tanah Air. Program tersebut diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang perwasitan.

Komitmen itu disampaikan Ketua Umum PB PSTI, Dr. H. Suryanto, A.M., S.Ag., saat mengunjungi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (9/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Suryanto didampingi Presiden Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) sekaligus Secretary General International Sepaktakraw Federation (ISTAF), Datuk Abdul Halim Bin Kader, Sekretaris Jenderal PB PSTI Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO bersama jajaran pengurus organisasi sepak takraw nasional dan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Suryanto, PB PSTI terus mengakselerasi pelaksanaan program kerja yang berorientasi pada peningkatan prestasi dan pembinaan atlet secara berkelanjutan. Salah satu fokus utama organisasi saat ini adalah menciptakan sistem kompetisi yang mampu menjaring talenta-talenta terbaik dari seluruh daerah.

“Kami terus bergerak mengimplementasikan program kerja, salah satunya menjaring atlet sepak takraw Indonesia melalui liga,” ujar Suryanto.

Baca Juga:  Arsenal Menang 3-1 di Kandang Inter Milan, Poin Penting Dikantongi Meriam London

Ia menjelaskan, liga nasional akan menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang kompetisi yang berkesinambungan bagi atlet sepak takraw di berbagai daerah. Melalui sistem kompetisi yang terstruktur, PB PSTI berharap dapat memperkuat regenerasi atlet nasional.

Liga Sepak Takraw Nasional direncanakan digelar dalam lima zona. Zona Jawa akan dipusatkan di Jawa Timur, zona Sumatera di Lampung, zona Sulawesi di Mamuju, zona Kalimantan di Kalimantan Utara, dan zona Papua di Papua Barat.

Seri pembuka kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026 di Jawa Timur. Kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sepak takraw kepada masyarakat yang lebih luas serta meningkatkan minat generasi muda terhadap cabang olahraga tersebut.

“Selain liga, PB PSTI juga akan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi wasit berstandar internasional bekerja sama dengan ASTAF dan ISTAF. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas perangkat pertandingan sekaligus memperkuat ekosistem sepak takraw nasional,” ujar pria kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan itu.

Suryanto menuturkan, setiap provinsi direncanakan mengirimkan tiga peserta untuk mengikuti pelatihan tersebut. Dengan melibatkan perwakilan dari 38 provinsi, PB PSTI berharap Indonesia memiliki lebih banyak wasit yang memenuhi standar internasional.

Baca Juga:  PSTI Jakarta Barat Kenalkan Sepak Takraw ke Siswa SD, Tanamkan Sportivitas Sejak Dini

“Kami berharap UNJ dapat mendukung pelaksanaan pelatihan ini melalui penyediaan fasilitas dan sarana yang diperlukan,” harapnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas wasit merupakan salah satu aspek penting dalam membangun kompetisi yang profesional dan berintegritas. Kehadiran wasit yang kompeten juga akan mendukung peningkatan kualitas pertandingan di tingkat nasional maupun internasional.

Apresiasi

Dalam kesempatan yang sama, Presiden ASTAF dan Secretary General ISTAF Datuk Abdul Halim Bin Kader menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program yang dijalankan PB PSTI di bawah kepemimpinan Suryanto.

Menurut Halim, langkah yang ditempuh PB PSTI menunjukkan keseriusan dalam membangun sepak takraw Indonesia melalui pembinaan yang terencana dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi PB PSTI di bawah pimpinan Pak Suryanto yang menurut saya telah menunjukkan kerja yang luar biasa. ASTAF dan ISTAF akan selalu mendukung setiap program yang bertujuan memajukan sepak takraw Indonesia,” ujarnya penuh semangat.

Ia optimistis pelaksanaan liga nasional dan pelatihan wasit akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi sepak takraw Indonesia di masa mendatang.

“Kami selalu mendukung PB PSTI. Semoga melalui liga dan pelatihan wasit yang bekerja sama dengan UNJ, seluruh program dapat berjalan sukses dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Halim.

Baca Juga:  Derby Madrid: Atletico Hantam Real dengan Skor Telak 5-2

Peran Strategis 

Sementara itu, Dekan FIKK UNJ, Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd., menyatakan dukungannya terhadap upaya pengembangan sepak takraw yang dilakukan PB PSTI.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembinaan olahraga melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami sangat mendukung kegiatan pengembangan sepak takraw, baik pelatihan wasit, manajemen olahraga, maupun pembinaan atlet dari usia dini hingga tingkat senior,” ujar Nofi.

Ia menambahkan, kerja sama antara UNJ dan PB PSTI dapat diperluas melalui program pengabdian kepada masyarakat di sekolah-sekolah serta penguatan kurikulum yang berkaitan dengan sepak takraw.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Deputy Secretary ISTAF Muhammad Taufik Halim, Deputy Persiden ISTAF Muhammad Fariq Abdul Halim dan jajaran pengurus lainnya. Semua sepakat mendukung penuh agenda PB PSTI untuk memperkuat fondasi pembinaan sepak takraw Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing atlet nasional di berbagai ajang regional dan dunia.(red)

Berita Terkait

Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta, Siap Bawa Macan Kemayoran Raih Juara
Garuda Terbang Tinggi! Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0 di FIFA Matchday
ISTAF Selidiki Insiden Walk Out Thailand di Final Piala Dunia Sepak Takraw 2026
Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib, Tutup Kiprah dengan Gelar Juara
Deschamps Hadapi Dilema Lini Depan Prancis Jelang Piala Dunia 2026
PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Usai Taklukkan Arsenal Lewat Adu Penalti
Final Liga Champions 2026: Arsenal Incar Sejarah Baru, PSG Pertahankan Mahkota Eropa
Nova Arianto Umumkan Skuad Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:48 WIB

PB PSTI Siap Gelar Liga Sepak Takraw dan Pelatihan Wasit Berstandar Internasional

Senin, 8 Juni 2026 - 16:01 WIB

Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta, Siap Bawa Macan Kemayoran Raih Juara

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:50 WIB

Garuda Terbang Tinggi! Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0 di FIFA Matchday

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:39 WIB

ISTAF Selidiki Insiden Walk Out Thailand di Final Piala Dunia Sepak Takraw 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:19 WIB

Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib, Tutup Kiprah dengan Gelar Juara

Berita Terbaru