Militer Yaman Serang Dua Kapal di Laut Merah

Senin, 17 Juni 2024 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yahya Al-Sari brigadir jenderal dan juru bicara militer Angkatan Bersenjata Yaman.

Yahya Al-Sari brigadir jenderal dan juru bicara militer Angkatan Bersenjata Yaman.

Mercinews.com – Pasukan rudal dan angkatan laut angkatan bersenjata Yaman kami melakukan dua operasi militer di Laut Merah: yang pertama ditujukan ke kapal perusak AS dengan beberapa rudal balistik.

Yang kedua menyerang kapal (CAPTAIN PARIS) dengan sejumlah rudal kapal yang cocok karena perusahaan pemiliknya melanggar keputusan yang melarang masuk ke pelabuhan Palestina.

IAF melakukan operasi militer ketiganya melawan Lucky Condor di Laut Arab menggunakan beberapa drone. Penyerangan terhadap kapal tersebut terjadi setelah perusahaan pemiliknya melanggar keputusan yang melarang masuk ke pelabuhan Palestina. Tiga operasi berhasil mencapai tujuannya, kata Yahya Al-Sari dalam pidatonya Minggu (16/6) brigadir jenderal dan juru bicara militer Angkatan Bersenjata Yaman.

Sebelumnya Angkatan Laut Inggris melaporkan insiden di lepas pantai Yaman

Serangan lain terhadap sebuah kapal terjadi di lepas pantai Yaman. Hal ini diumumkan oleh Kantor Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) Angkatan Laut Inggris di laman jejaring sosial X (sebelumnya Twitter) pada Sabtu, 15 Juni 2024.

“UKMTO menerima laporan kejadian 40 mil laut (sekitar 74 km – Red) selatan Moha, Yaman,” demikian isi pesan tersebut.

Baca Juga:  Polisi Israel Tembak Warga Palestina di Gerbang Masjid Al-Aqsa

Diketahui, insiden tersebut dianggap sebagai penyerangan. Layanan khusus telah memulai penyelidikan atas insiden tersebut.

Sebelumnya, pada 13 Juni, Houthi Yaman menyerang kapal niaga Verbena milik Ukraina di Teluk Aden. Diklarifikasi kapal tersebut sandar di Malaysia dan menuju Italia dengan membawa bahan bangunan kayu. Pada tanggal 15 Juni, juru bicara militer Houthi Yahya Saria mengatakan kapal tersebut telah tenggelam.

Pada hari yang sama, kapal tak berawak milik Houthi Yaman menyerang kapal Yunani Tutor di Laut Merah. Akibat penyerangan tersebut, ruang mesin rusak dan kapal mengalami kebocoran besar.

Baca Juga:  Polisi Israel Serang Jemaah di Masjid Al-Aqsa

Kelompok Houthi mulai menyerang kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden sejak November tahun lalu untuk memprotes tindakan Israel di Jalur Gaza. Pada malam tanggal 12 Januari, sebagai tanggapan atas tindakan mereka, Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan terhadap sasaran Houthi di Yaman.

Gedung Putih mengatakan serangan terhadap wilayah yang dikuasai pergerakan di negara itu bersifat defensif. Pada saat itu juga diklaim bahwa serangan tersebut dilakukan untuk melindungi pengadilan internasional.

(m/c)

Berita Terkait

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru