Menlu Retno Sebut Ada Upaya Sistematis dari Israel untuk Habisi Palestina

Selasa, 4 Juni 2024 - 05:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendara Palestina

Bendara Palestina

Jakarta, Mercinews.com – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi curiga ada upaya strategis dan sistematis dari Israel untuk “menghabisi” Palestina, mulai dari pelemahan badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) hingga penyingkiran solusi dua negara antara Israel dan Palestina sebagai jalan keluar dari pertempuran.

Berbicara dalam kuliah umum “Diplomasi Indonesia untuk Palestina: All Eyes on Rafah” di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, ia mengatakan UNRWA terus diperlemah secara sistematis, salah satunya dengan tuduhan keterlibatan beberapa stafnya dalam serangan Hamas.

“Salah satu upaya pelemahan yang dilakukan kepada UNRWA adalah dihentikannya bantuan kemanusiaan oleh negara-negara donor kepada UNRWA, terutama dari Amerika Serikat,” katanya, seperti dikutip dari siaran langsung di kanal YouTube Fisipol UGM pada Senin, 3 Juni 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Januari 2024, Israel menuduh 12 orang dari 13 ribu staf UNRWA di Gaza terlibat dalam serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober 2023, yang kemudian disusul oleh agresi Israel di wilayah kantong Palestina tersebut.

Baca Juga:  AS khawatir serangan di Golan bisa “pemicu” perang skala penuh Israel dan Hizbullah

Tuduhan Israel menyebabkan 16 negara, termasuk Amerika Serikat sebagai donor terbesar, menghentikan pendanaan sebesar US$450 juta untuk UNRWA, sehingga menghambat operasi badan tersebut di Palestina ketika Israel masih membombardir Gaza.

Informasi terbaru pada 26 April 2024, Kantor Layanan Pengawasan Internal (OIOS) PBB masih menyelidiki 12 orang staf yang dituduh, dengan tambahan tujuh orang lagi yang dituduh Israel pada Maret dan April.

Dari 12 orang pertama, delapan orang staf masih berada di dalam penyelidikan, sementara satu kasus ditutup karena tidak ada bukti dari Israel untuk mendukung tuduhannya dan tiga kasus ditangguhkan karena kurangnya informasi dari Israel. Sedangkan dari tujuh kasus tambahan, enam kasus sedang diselidiki dan satu kasus ditangguhkan selagi menunggu bukti tambahan.

Secara terpisah, tinjauan independen yang dipimpin oleh mantan Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna menemukan UNRWA lebih netral dibandingkan dengan kelompok PBB atau lembaga bantuan serupa lainnya.

Baca Juga:  Bom Bunuh Diri dipantai Mogadishu Somalia Lebih dari 20 orang tewas

Namun, kata laporan tersebut, masih ada “masalah terkait netralitas” misalnya staf yang mengungkapkan pandangan politik mereka secara terbuka. Banyak negara telah melanjutkan kembali pendanaan mereka kepada UNRWA, antara lain Jepang, Swedia, Kanada, Jerman, Australia dan Austria.

“Kalau kami lihat kenapa upaya pelemahan UNRWA dilakukan, tentunya dampaknya tidak hanya memperburuk pelayanan kepada para pengungsi. Tetapi secara sistematis dan strategis memang dilakukan oleh Israel untuk meniadakan isu pengungsi,” kata Retno.

Ia mengatakan upaya tersebut sebenarnya tujuan strategis Israel untuk menghilangkan right of return (hak untuk kembali), yakni posisi politik yang menyatakan para pengungsi Palestina dan keturunan mereka berhak untuk kembali ke Palestina dan berhak atas properti yang mereka tinggalkan setelah diusir secara paksa pada 1948 dan Perang Enam Hari pada 1967.

Menlu itu juga membahas penolakan terang-terangan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap solusi dua negara antara Israel dan Palestina. Sementara, pasukan Israel terus merangsek Gaza dan memperluas serangan ke Rafah, bahkan beberapa hari setelah Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkannya untuk berhenti.

Baca Juga:  Kim Jong-un dan putrinya periksa persiapan peluncuran satelit pengintaian militer pertama Korut

Keanggotaan penuh Palestina di PBB terus diveto, dan ada upaya sistematis dari Israel dan sekutunya untuk “terus melakukan lobi dan penekanan” kepada negara-negara muslim untuk “mulai memikirkan pembukaan normalisasi hubungan dengan Israel.” Gaza pun sudah tidak layak ditinggali karena 70 persen infrastrukturnya tidak berfungsi.

“Singkatnya, situasi Palestina terus memburuk dari waktu ke waktu dan beberapa upaya strategis sistematis terus dilakukan oleh Israel untuk menghabisi Palestina,” tutur dia.

Retno kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung Palestina. Ia menyampaikan beberapa poin rencana pemerintah Indonesia selanjutnya, yaitu mendorong gencatan senjata segera dan permanen, mendorong negara-negara agar memberi dukungan kepada UNRWA, memberi bantuan kemanusiaan ke Gaza, memastikan perintah ICJ dipatuhi Israel, dan mendorong lebih banyak negara mengakui Palestina.

(m/c)

Sumber Berita : Tempo.co

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB