Denpasar, Mercinews.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Provinsi Bali memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha dan kreator inovasi melalui penyerahan sertifikat merek dan penghargaan Kekayaan Intelektual (KI) dalam kegiatan Diseminasi Kekayaan Intelektual yang digelar di Denpasar, Kamis (7/8/2025).
Kakanwil Kemenkum Bali, Eem Nurmanah, mengatakan bahwa acara ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.
“Bali memiliki potensi luar biasa dalam bidang kreativitas dan inovasi, mulai dari kerajinan, kuliner, hingga seni pertunjukan. Kami ingin memastikan bahwa karya-karya tersebut mendapatkan perlindungan hukum yang layak,” ujar Eem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, beberapa pelaku UMKM, seniman, dan institusi pendidikan menerima sertifikat merek sebagai bukti kepemilikan hak atas identitas usaha mereka. Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada pihak-pihak yang dinilai aktif mempromosikan kesadaran hukum tentang KI serta berkontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual.
Eem menambahkan, sertifikat merek bukan hanya bentuk legalitas semata, tetapi juga merupakan aset strategis yang dapat meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.
“Ketika pelaku usaha memiliki merek terdaftar, mereka memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan bisa berkembang lebih jauh. Ini adalah bagian dari perlindungan hukum yang konkret,” katanya.
Kegiatan diseminasi ini turut diisi dengan sesi edukasi dan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), akademisi, serta praktisi hukum.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Bali berharap agar semakin banyak masyarakat, khususnya pelaku usaha dan inovator lokal, yang memahami pentingnya mendaftarkan karya cipta, merek, paten, dan desain industri mereka secara resmi.
“Kami ingin mendorong tumbuhnya budaya menghargai karya dan inovasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi berbasis KI yang berkelanjutan,” tutup Eem.(red)






