Kapal Pesiar Mewah Saddam Hussein Kini Jadi Tempat Piknik Nelayan Irak

Senin, 20 Maret 2023 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Kapal pesiar mewah Saddam Hussein kini menjadi daya tarik tersendiri untuk Irak. Sayangnya, kapal ini tidak terurus dan setengah tenggelam.

Dikutip dari CNN, kapal pesiar itu tenggelam di sebuah sungai di Irak selatan. Bangkai milik Saddam Hussein itu berfungsi sebagai pengingat nyata akan pemerintahan yang diklaim bertangan besi dan berakhir dengan invasi pimpinan AS dua dekade lalu.

Al-Mansur setinggi 121 meter, simbol kekayaan dan kekuasaan Saddam ketika dibangun pada 1980-an. Saat ini kapal itu menjadi tujuan wisata dan nelayan yang menaiki kapal karam untuk piknik dan minum teh.

“Saat dimiliki oleh mantan presiden, tidak ada yang bisa mendekatinya,” kata nelayan Hussein Sabahi, yang senang mengakhiri hari yang panjang di sungai dengan secangkir teh di atas kapal karam.

“Saya tidak percaya ini milik Saddam dan sekarang saya yang bergerak di sekitarnya,” katanya.

Baca Juga:  Artis Ammar Zoni Ditangkap Polisi Bawa Sabu!

Saddam memesan kapal pesiar, yang tidak pernah dia naiki. Kapal ini sedianya meninggalkan tambatan di Umm Qasr ke Basra. Kapal pesiar itu diamankan beberapa minggu setelah invasi berlangsung pada 20 Maret 2003. Pasukan pimpinan AS menjadikannya sasaran dan kemudian terbalik di jalur air Shatt al-Arab.

Dalam kekacauan setelah kejatuhan Saddam, kapal pesiar itu ditelanjangi dan dijarah. Segala sesuatu mulai dari lampu gantung dan furnitur hingga bagian struktur logamnya diambil orang-orang.

Baca Juga:  Haaland Menggila di Debut Piala Dunia 2026, Brace dan Assist Antar Norwegia Hajar Irak 4-1

Salah satu dari tiga yacht milik Saddam, yacht tersebut mampu menampung hingga 200 tamu dan dilengkapi dengan helipad. Pejabat AS memperkirakan pada tahun 2003 bahwa Saddam dan keluarganya mungkin telah mengumpulkan hingga USD 40 miliar dana haram.

Yachtnya yang lain telah diubah menjadi hotel di Basra. Meskipun beberapa orang Irak mengatakan bangkai kapal itu harus dilestarikan, pemerintah belum mengalokasikan dana untuk memulihkannya

(m/c)

Berita Terkait

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training
Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik
Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk
BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang
Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun
 Timnas Jepang: Skuad Eksperimen Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Asisten Pemerintahan Abdya Buka Manasik Haji di Mesjid Agung Baitul Ghafur
Mualem dikabarkan sakit, jalani pemeriksaan kesehatan di Singapura

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:37 WIB

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:47 WIB

Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:27 WIB

Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:10 WIB

BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang

Jumat, 23 Mei 2025 - 08:29 WIB

Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun

Berita Terbaru