IRGC Targetkan Benjamin Netanyahu di Tengah Konflik Iran dengan Israel dan AS

Senin, 16 Maret 2026 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan elite Iran bernama NOPO alias Counter-terrorism Special Force dikerahkan penuh untuk melindungi pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. (Instagram)

Pasukan elite Iran bernama NOPO alias Counter-terrorism Special Force dikerahkan penuh untuk melindungi pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. (Instagram)

Mercinews.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menyampaikan ancaman terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang dimuat di situs resmi IRGC, Sepah News, pasukan elite Iran itu menyatakan akan terus memburu Netanyahu di tengah eskalasi konflik yang terjadi di kawasan.

“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” demikian pernyataan yang dimuat Sepah News dan dikutip kantor berita Agence France-Presse (AFP), Senin (16/3/2026).

Dalam pernyataan yang sama, IRGC juga menyebut adanya kemungkinan Netanyahu telah meninggalkan Israel bersama keluarganya. Namun, klaim tersebut tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

Di sisi lain, operasi militer antara Iran dan Israel dilaporkan masih berlangsung. Serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat disebut menyasar sejumlah lokasi di provinsi Isfahan, Iran, pada akhir pekan.

Baca Juga:  Swiss umumkan konferensi berikutnya terkait Ukraina tidak diadakan di Eropa

Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal ke wilayah Israel. Laporan menyebutkan salah satu dampak serangan terjadi di kota Holon.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pihak Iran telah menghubunginya terkait kemungkinan kesepakatan untuk meredakan ketegangan. Namun, ia menilai persyaratan yang diajukan belum memenuhi harapan pemerintahannya.

Trump juga meminta sejumlah negara, termasuk Inggris dan Jepang, untuk mengirim kapal perang guna membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang sebelumnya dilaporkan ditutup oleh Iran.

Di sisi lain, media RT melaporkan bahwa Teheran mengklaim telah meluncurkan serangan baru menggunakan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:  Di Meksiko, beberapa jam sebelum pemilu dimulai, kandidat ke-26 terbunuh

Fasilitas militer AS di beberapa negara, seperti Irak, Bahrain, dan Kuwait, dilaporkan menjadi sasaran serangan ketika konflik memasuki hari ke-16.

Pemerintah Iran juga memperingatkan warga sipil di kawasan tersebut agar menjauhi lokasi yang berkaitan dengan fasilitas militer Amerika Serikat.

Seorang juru bicara komando militer Iran menyatakan bahwa drone militer Iran tengah menjalankan operasi untuk menargetkan posisi pasukan AS di kawasan tersebut.(red)

Berita Terkait

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris
Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB