Mercinews.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menyampaikan ancaman terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan yang dimuat di situs resmi IRGC, Sepah News, pasukan elite Iran itu menyatakan akan terus memburu Netanyahu di tengah eskalasi konflik yang terjadi di kawasan.
“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” demikian pernyataan yang dimuat Sepah News dan dikutip kantor berita Agence France-Presse (AFP), Senin (16/3/2026).
Dalam pernyataan yang sama, IRGC juga menyebut adanya kemungkinan Netanyahu telah meninggalkan Israel bersama keluarganya. Namun, klaim tersebut tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.
Di sisi lain, operasi militer antara Iran dan Israel dilaporkan masih berlangsung. Serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat disebut menyasar sejumlah lokasi di provinsi Isfahan, Iran, pada akhir pekan.
Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal ke wilayah Israel. Laporan menyebutkan salah satu dampak serangan terjadi di kota Holon.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pihak Iran telah menghubunginya terkait kemungkinan kesepakatan untuk meredakan ketegangan. Namun, ia menilai persyaratan yang diajukan belum memenuhi harapan pemerintahannya.
Trump juga meminta sejumlah negara, termasuk Inggris dan Jepang, untuk mengirim kapal perang guna membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang sebelumnya dilaporkan ditutup oleh Iran.
Di sisi lain, media RT melaporkan bahwa Teheran mengklaim telah meluncurkan serangan baru menggunakan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Fasilitas militer AS di beberapa negara, seperti Irak, Bahrain, dan Kuwait, dilaporkan menjadi sasaran serangan ketika konflik memasuki hari ke-16.
Pemerintah Iran juga memperingatkan warga sipil di kawasan tersebut agar menjauhi lokasi yang berkaitan dengan fasilitas militer Amerika Serikat.
Seorang juru bicara komando militer Iran menyatakan bahwa drone militer Iran tengah menjalankan operasi untuk menargetkan posisi pasukan AS di kawasan tersebut.(red)






