Inovasi Muda Bersama SMK NU Nusahada dan PT Pagilaran Dorong Vokasi Hijau di Batang

Selasa, 29 Juli 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Inovasi Muda bersama SMK Ma’arif NU Nusahada Reban dan PT Pagilaran bersinergi mendorong vokasi hijau di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melalui pelatihan “Green Jobs Class: Discovering Tea from Leaf to Cup”, Selasa (29/7/2025). (Foto: Dok.Inovasi Muda)

Komunitas Inovasi Muda bersama SMK Ma’arif NU Nusahada Reban dan PT Pagilaran bersinergi mendorong vokasi hijau di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melalui pelatihan “Green Jobs Class: Discovering Tea from Leaf to Cup”, Selasa (29/7/2025). (Foto: Dok.Inovasi Muda)

BATANG, JATENG-MERCINEWS.COM – Upaya menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan sadar lingkungan terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Komunitas Inovasi Muda bersama SMK Maarif NU Nusahada Reban dan PT Pagilaran bersinergi mendorong vokasi hijau di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melalui program pelatihan bertajuk ‘Green Jobs Class: Discovering Tea from Leaf to Cup’.

Siaran pers Inovasi Muda, Selasa (29/7) menyebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan langsung di Perkebunan dan Pabrik Teh Pagilaran ini diikuti oleh 40 siswa SMK NU Nusahada Reban. Program ini dirancang sebagai kelas interaktif untuk membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan dasar di sektor keberlanjutan dan pekerjaan ramah lingkungan (green jobs), seperti energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan kewirausahaan hijau.

“Green jobs bukan sekadar wacana, melainkan jawaban atas tantangan lingkungan dan ekonomi. Pelatihan ini menjadi langkah nyata menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Sugeng, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Batang, yang hadir mewakili Bupati.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajak menjelajahi rantai produksi teh secara menyeluruh, mulai dari proses panen, pengeringan, penyortiran, pengendalian mutu, hingga pengemasan. Pendekatan berbasis pengalaman ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya praktik pertanian yang berkelanjutan.

Peserta juga berdiskusi mengenai prospek karier di sektor hijau serta tantangan pertanian modern di tengah krisis iklim dan perubahan ekonomi global. Mereka diperkenalkan pada gerakan UCOIN, sebuah kampanye ekonomi sirkular untuk mendaur ulang minyak jelantah. Insentif dari gerakan tersebut dimanfaatkan sebagai kas kelas, memberi nilai tambah secara ekonomi sekaligus edukatif.

Baca Juga:  KPK tangkap Ricky Ham Pagawak Bupati Mamberamo Tengah di Jayapura

Kepala SMK Maarif NU Nusahada Reban, Siti Muntafiah, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pihaknya dengan  komunitas Inovasi Muda dan PT Pagilaran.

“Kami menyambut baik inisiatif ini karena selaras dengan visi kami dalam memperluas cakrawala siswa melalui pembelajaran berbasis praktik langsung,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Sementara itu, Restu Andini, Ketua Inovasi Muda, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan tenaga kerja hijau yang kompeten.

“Pertanian adalah sektor yang tak pernah usang. Justru kini menjadi krusial dalam menjawab tantangan keberlanjutan. Kami ingin anak muda melihatnya sebagai peluang, bukan keterpaksaan,” katanya.

Manajer PT Pagilaran, Waridi, turut menyambut hangat kehadiran siswa. Ia menegaskan pentingnya regenerasi di sektor perkebunan agar kekayaan sumber daya alam tetap terjaga dan dapat dikelola secara profesional.

Baca Juga:  AMKI Jaya Gagas Kolaborasi dengan Pemkot Jaksel untuk Promosi Budaya Betawi

“Ilmu perkebunan teh dan kopi akan terus relevan. Kami berharap jurusan-jurusan terkait tetap hidup dan berkembang,” ucapnya.

Program ini sekaligus menjadi respons terhadap menurunnya minat generasi muda di sektor pertanian serta menyusutnya lahan produktif akibat praktik yang tidak berkelanjutan. Dengan pendekatan praktik lapangan, Green Jobs Class diharapkan mampu memantik semangat siswa untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan, inovasi hijau, dan penguatan ekonomi sirkular.

Melalui kolaborasi ini, Inovasi Muda kembali menegaskan komitmennya untuk menciptakan ruang belajar yang praktis, relevan, dan inspiratif bagi generasi muda di era transisi menuju masa depan berkelanjutan.(red)

Berita Terkait

Imigrasi Ponorogo Tingkatkan Pemahaman Hukum Calon Pekerja Migran dan Orang Tua ABG
Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol
Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan
Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur
Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal
Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan
Insinerator PARK PYRO Berkapasitas 20 Ton per Hari Siap Beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)
PTPN IV PalmCo Perkuat Patroli Antisipasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:36 WIB

Imigrasi Ponorogo Tingkatkan Pemahaman Hukum Calon Pekerja Migran dan Orang Tua ABG

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal

Berita Terbaru