BATANG, JATENG-MERCINEWS.COM – Upaya menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan sadar lingkungan terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Komunitas Inovasi Muda bersama SMK Maarif NU Nusahada Reban dan PT Pagilaran bersinergi mendorong vokasi hijau di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melalui program pelatihan bertajuk ‘Green Jobs Class: Discovering Tea from Leaf to Cup’.
Siaran pers Inovasi Muda, Selasa (29/7) menyebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan langsung di Perkebunan dan Pabrik Teh Pagilaran ini diikuti oleh 40 siswa SMK NU Nusahada Reban. Program ini dirancang sebagai kelas interaktif untuk membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan dasar di sektor keberlanjutan dan pekerjaan ramah lingkungan (green jobs), seperti energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan kewirausahaan hijau.
“Green jobs bukan sekadar wacana, melainkan jawaban atas tantangan lingkungan dan ekonomi. Pelatihan ini menjadi langkah nyata menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Sugeng, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Batang, yang hadir mewakili Bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajak menjelajahi rantai produksi teh secara menyeluruh, mulai dari proses panen, pengeringan, penyortiran, pengendalian mutu, hingga pengemasan. Pendekatan berbasis pengalaman ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya praktik pertanian yang berkelanjutan.
Peserta juga berdiskusi mengenai prospek karier di sektor hijau serta tantangan pertanian modern di tengah krisis iklim dan perubahan ekonomi global. Mereka diperkenalkan pada gerakan UCOIN, sebuah kampanye ekonomi sirkular untuk mendaur ulang minyak jelantah. Insentif dari gerakan tersebut dimanfaatkan sebagai kas kelas, memberi nilai tambah secara ekonomi sekaligus edukatif.
Kepala SMK Maarif NU Nusahada Reban, Siti Muntafiah, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pihaknya dengan komunitas Inovasi Muda dan PT Pagilaran.
“Kami menyambut baik inisiatif ini karena selaras dengan visi kami dalam memperluas cakrawala siswa melalui pembelajaran berbasis praktik langsung,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Sementara itu, Restu Andini, Ketua Inovasi Muda, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan tenaga kerja hijau yang kompeten.
“Pertanian adalah sektor yang tak pernah usang. Justru kini menjadi krusial dalam menjawab tantangan keberlanjutan. Kami ingin anak muda melihatnya sebagai peluang, bukan keterpaksaan,” katanya.
Manajer PT Pagilaran, Waridi, turut menyambut hangat kehadiran siswa. Ia menegaskan pentingnya regenerasi di sektor perkebunan agar kekayaan sumber daya alam tetap terjaga dan dapat dikelola secara profesional.
“Ilmu perkebunan teh dan kopi akan terus relevan. Kami berharap jurusan-jurusan terkait tetap hidup dan berkembang,” ucapnya.
Program ini sekaligus menjadi respons terhadap menurunnya minat generasi muda di sektor pertanian serta menyusutnya lahan produktif akibat praktik yang tidak berkelanjutan. Dengan pendekatan praktik lapangan, Green Jobs Class diharapkan mampu memantik semangat siswa untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan, inovasi hijau, dan penguatan ekonomi sirkular.
Melalui kolaborasi ini, Inovasi Muda kembali menegaskan komitmennya untuk menciptakan ruang belajar yang praktis, relevan, dan inspiratif bagi generasi muda di era transisi menuju masa depan berkelanjutan.(red)






