Galunggung Award 2025: Harmoni Budaya, Penghargaan dan Semangat Kemerdekaan

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forum Silaturahmi Sunda Sabuana (FS3) Abah Anton Charliyan saat menyerahkan Galunggung Award 2025 kepada para tokoh di Taman Rekreasi Geopark Batu Ampar, Leuwisari, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (18/8/2025).(Foto: istimewa)

Ketua Forum Silaturahmi Sunda Sabuana (FS3) Abah Anton Charliyan saat menyerahkan Galunggung Award 2025 kepada para tokoh di Taman Rekreasi Geopark Batu Ampar, Leuwisari, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (18/8/2025).(Foto: istimewa)

JAKARTA, MERCINEWS.COM – Galunggung Award 2025 menjadi wujud harmoni budaya, penghargaan, dan semangat kemerdekaan. Ajang yang digelar Forum Silaturahmi Sunda Sabuana (FS3) di bawah kepemimpinan Anton Charliyan ini berlangsung di Taman Rekreasi Geopark Batu Ampar, Leuwisari, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (18/8/2025). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai ungkapan syukur sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Abah Anton, sapaan akrab Anton Charliyan, menjelaskan bahwa penganugerahan ini berangkat dari filosofi Amanat Galunggung yang menegaskan, “Ada Jasa, Ada Anugerah.” Filosofi tersebut meneguhkan bahwa setiap kontribusi, besar maupun kecil, layak dihargai.

“Galunggung Award bukan sekadar seremoni, melainkan penghormatan bagi tokoh-tokoh yang telah memberikan karya nyata. Pemilihan penerima dilakukan melalui penelitian dan pemantauan khusus oleh tim lintas budaya Nusantara, GASANTANA, dan FS3,” ujar Abah Anton.

30 Tokoh Penerima Anugerah

Galunggung Award 2025: Harmoni Budaya, Penghargaan dan Semangat Kemerdekaan
Ketum AMKI Pusat, Tundra Meliala bersama para tokoh penerima Galunggung Award 2025.(Foto: istimewa)

Sebanyak 30 tokoh lintas bidang menerima Galunggung Award 2025. Mereka berasal dari kalangan akademisi, budayawan, tokoh masyarakat, seniman, hingga generasi muda yang berkiprah di dunia kreatif. Beberapa di antaranya adalah Prof. Dr. Agus Mulyana (Direktur Sejarah dan Museum Kementerian Kebudayaan), Prof. Dr. Agus Pakhpahan (Rektor Ikopin), Prof. Yedi (Rektor Unper), Marsdya TNI Yulianta (Dosen Lemhannas), Marsda TNI (Purn) Dr. Agus Sudarya (Wakil Rektor Ikopin), hingga Sultan Ageng IX Abdul Basit dari Keraton Banten.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada KH Dr. Ujang Hidayatullah (Ponpes Asukandari Bhayangkara), Dr. Dede Farhan (Ketua Umum GENPARI), dan tokoh media Tundra Meliala (Ketua AMKI). Dari kalangan seni, perhatian tertuju pada aktor Sunda yang tengah naik daun, Kang Ohang KDM alias Denny Mulyadi, yang turut menerima penghargaan bersama sejumlah kreator muda.

Baca Juga:  Sinergi Tapal Batas: Imigrasi Atambua dan Unhan Belu Perkuat Pendidikan Pertahanan

Para penerima tidak hanya mendapatkan piagam penghargaan, melainkan juga pusaka Keris Sagaluh yang diserahkan langsung oleh Abah Anton di Museum Galunggung. Keris tersebut menjadi simbol kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga nilai budaya dan pengabdian.

Acara turut dihadiri Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang memberikan apresiasi terhadap inisiatif FS3. Ia menilai penganugerahan ini mampu menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus memperkuat identitas budaya.

“Penganugerahan ini bukan hanya kebanggaan bagi para penerima, tetapi juga motivasi bagi kita semua untuk menjaga budaya Sunda dan berkontribusi bagi bangsa,” kata Cecep.

Semarak Perayaan HUT ke-80 RI

Galunggung Award menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-80 di Tasikmalaya. Pada 17 Agustus, tim khusus GASANTANA yang dipimpin Hadi Permana mengibarkan bendera Merah Putih di Kawah Purba Galunggung, sementara di Lapangan Upacara digelar pengibaran bendera sepanjang 80 meter.

Baca Juga:  Kejar Target 2026, Pembangunan 600 Huntara di Aceh Tamiang Dikebut

Rangkaian acara semakin meriah dengan penyambutan adat lengser, penampilan paduan suara dari Paguyuban Ibu-Ibu Kospin Subang, pertunjukan seni, serta pencak silat dari Pondok Pesantren Mangin Singaparna. Suasana hangat ini dipandu oleh Dewi Mulyati, penyiar radio asal Sumedang, yang membuat jalannya acara terasa akrab dan berkesan.

Puncak kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Museum Galunggung dan Museum Malik Al Hindi di kawasan Geopark Batu Ampar. Perjalanan budaya tersebut meneguhkan pesan bahwa Galunggung Award tidak hanya tentang penghargaan bagi individu, tetapi juga tentang menjaga sejarah, merawat warisan, serta meneruskan semangat kemerdekaan bagi generasi yang akan datang.(red)

Berita Terkait

Imigrasi Ponorogo Tingkatkan Pemahaman Hukum Calon Pekerja Migran dan Orang Tua ABG
Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol
Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan
Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur
Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal
Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan
Insinerator PARK PYRO Berkapasitas 20 Ton per Hari Siap Beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)
PTPN IV PalmCo Perkuat Patroli Antisipasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:36 WIB

Imigrasi Ponorogo Tingkatkan Pemahaman Hukum Calon Pekerja Migran dan Orang Tua ABG

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal

Berita Terbaru