Dokter Ahli Bedah Palestina Dilarang Masuk Prancis

Senin, 6 Mei 2024 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paris, Mercinews.com – Seorang ahli bedah terkenal keturunan Palestina-Inggris yang menjadi sukarelawan di rumah sakit di Jalur Gaza mengatakan dia ditolak masuk ke Prancis pada hari Sabtu (4/5/2024) untuk berbicara di Senat Prancis tentang perang Israel Vs Hamas.

Ghassan Abu Sitta ditempatkan di zona penahanan di Bandara Charles de Gaulle dan akan diusir, menurut Senator Prancis Raymonde Poncet-Monge, yang mengundangnya untuk berbicara di Senat.

Ini memalukan,” tulis Poncet-Monge di platform X alias Twitter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang pejabat Prancis seperti dilansir AP, Senin (6/5/2024), mengatakan bahwa Abu Sitta ditolak karena dilarang masuk ke semua negara Kawasan Schengen berdasarkan permintaan Jerman.

Baca Juga:  Jelang Olimpiade, Ribuan tunawisma dipindahkan dari Paris dan sekitarnya

Pejabat tersebut, yang tidak berwenang untuk disebutkan namanya berdasarkan kebijakan pemerintah, tidak memberikan rincian atau informasi lebih lanjut.

Abu Sitta mengunggah di jejaring sosial bahwa dia ditolak masuk ke Prancis karena larangan satu tahun oleh Jerman untuk masuk ke Eropa. Jerman menolaknya masuk bulan lalu.

Prancis dan Jerman adalah bagian dari Kawasan Schengen. Abu Sitta pada hari Sabtu menyatakan bahwa dia akan dipulangkan ke London.

Kementerian Luar Negeri Prancis, Kementerian Dalam Negeri Prancis, polisi setempat, dan otoritas bandara Paris tidak mau mengomentari apa yang terjadi atau memberikan penjelasan.

Baca Juga:  Putin tentang serangan terhadap NATO: “Bodoh?”

Abu Sitta diundang oleh kelompok sayap kiri Prancis, Ekologis, di Senat untuk berbicara pada sebuah kolokium pada hari Sabtu tentang situasi di Jalur Gaza.

Pertemuan tersebut mencakup kesaksian dari petugas medis, jurnalis, dan pakar hukum internasional yang memiliki pengalaman terkait Jalur Gaza.

Bulan lalu Abu Sitta juga ditolak masuk ke Jerman untuk ambil bagian dalam konferensi pro-Palestina.

Dia mengatakan dia dihentikan di pemeriksaan paspor, ditahan selama beberapa jam, dan kemudian diberitahu bahwa dia harus kembali ke Inggris.

Dia menuturkan polisi bandara mengatakan kepadanya bahwa dia ditolak masuk karena alasan terkait “keselamatan orang-orang di konferensi dan ketertiban umum”.

Baca Juga:  Mantan Presiden AS Donald Trump Sebut Dirinya Akan Ditangkap

Abu Sitta, yang baru-baru ini menjadi sukarelawan Doctors Without Borders di Jalur Gaza, telah bekerja sejak akhir tahun 1980-an di wilayah Palestina.

Dia juga pernah bekerja di zona konflik lainnya, termasuk di Irak, Suriah, dan Yaman.

Prancis telah menyaksikan ketegangan terkait konflik Timur Tengah hampir setiap hari sejak perang Israel Vs Hamas meletus pada 7 Oktober.

Dalam beberapa hari dan minggu terakhir, polisi Prancis membubarkan mahasiswa di kampus-kampus yang melakukan demonstrasi dan aksi perkemahan serupa dengan yang terjadi di Amerika Serikat. (*)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB