JAKARTA, MERCINEWS.COM – CEO PSNCHAIN, Teungku Muhammad Raju, menegaskan komitmennya untuk tidak menjual token BLC yang dimilikinya selama satu dekade. Hal itu ia sampaikan dalam wawancara pada Selasa (9/12/2025).
Teungku Raju menjelaskan, kepemilikan 1.000.000 token BLC bukan bertujuan untuk dicairkan, melainkan sebagai bentuk komitmen jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekosistem.
“Saya sudah bertekad tidak menjual satu pun BLC selama 10 tahun. Proyek ini harus berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar komunitas merasa aman dan tidak khawatir terhadap volatilitas yang dapat dipicu oleh aksi jual pemegang besar.
Ia menilai pemimpin proyek harus memberikan kepastian kepada para pemilik aset.
“Kalau pemimpinnya ikut mengambil keuntungan dari fluktuasi harga, komunitas akan resah. Fokus saya sekarang adalah keberhasilan ekosistem dan kesejahteraan seluruh holder,” kata Raju.
Ia juga menanggapi analisis mengenai potensi kenaikan harga BLC yang dianggap tinggi karena suplai publik hanya 8.400.000 token.
Raju menerangkan, sistem auto-increment dan limit-sell yang diterapkan PSNCHAIN dirancang untuk memastikan grafik harga yang stabil dan terhindar dari aksi jual masif.
“Semakin solid komunitas, semakin kuat permintaan. Itu sebabnya saya selalu mengingatkan agar transaksi tidak dilakukan serentak dalam jumlah besar,” katanya.
Raju juga mengungkapkan alasan di balik pemberian 20 persen saham platform exchange Lumadex.io kepada para pemegang token LUMA.
Ia menyebut keputusan tersebut sebagai upaya memperkuat rasa kepemilikan komunitas terhadap proyek.
“Saya ingin mereka bukan hanya pengguna, tetapi juga pemilik. Jika Lumadex berkembang, holder LUMA yang merasakan manfaatnya secara langsung,” tuturnya.
Raju berpesan untuk para pemegang BLC dan LUMA agar menjaga solidaritas dan konsistensi dalam mendukung pertumbuhan ekosistem.
“Jaga harga, jaga komunikasi, dan tetap bersatu. Ini perjalanan kita bersama,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa komitmen jangka panjang PSNCHAIN, transparansi kepemilikan, serta distribusi kepemilikan saham Lumadex.io kepada komunitas menjadi sorotan sebagai langkah yang tidak lazim di industri kripto.
“Hal ini sebagai upaya membangun fondasi kuat bagi ekosistem blockchain di Indonesia,” pungkasnya.(red)






