Anggiat Napitupulu: Dari Perbatasan Kita Bangun Ketahanan dan Persaudaraan

Kamis, 18 September 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Menteri Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Anggiat Napitupulu, saat kegiatan Sharing Session Stakeholder Perlintasan Batas Negara Indonesia-Timor Leste di Aula PLBN Motaain, Selasa (17/9/2025).(Foto: Humas Imigrasi Atambua)

Staf Ahli Menteri Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Anggiat Napitupulu, saat kegiatan Sharing Session Stakeholder Perlintasan Batas Negara Indonesia-Timor Leste di Aula PLBN Motaain, Selasa (17/9/2025).(Foto: Humas Imigrasi Atambua)

ATAMBUA-NTT, MERCINEWS.COM – Perbatasan bukan sekadar pintu keluar-masuk antarnegara, melainkan juga ruang hidup yang menyatukan masyarakat Indonesia dan Timor Leste. Pesan itu disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Anggiat Napitupulu, dalam kegiatan Sharing Session Stakeholder Perlintasan Batas Negara Indonesia-Timor Leste di Aula PLBN Motaain, Kabupaten Belu, Selasa (17/9).

Anggiat menegaskan bahwa pengelolaan wilayah perbatasan tidak boleh semata-mata dilihat dari sisi keamanan, melainkan juga dari aspek sosial, budaya, dan ekonomi.

“Wilayah perbatasan memiliki potensi besar, termasuk pasar rakyat lintas batas. Jika dikelola dengan baik, pasar ini bukan hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan memperkuat kebersamaan masyarakat di batas timur negeri,” ujar Anggiat.

Menurut Anggiat, keberadaan pasar tradisional perbatasan, seperti Pasar Motaain, dapat menjadi sarana pengikat kebersamaan antarwarga Indonesia dan Timor Leste. Ia menilai pasar lintas batas bisa menjadi jawaban atas persoalan jalur tikus yang kerap dimanfaatkan warga dengan alasan ekonomi.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, menambahkan bahwa pembangunan pasar lintas batas harus dipahami sebagai strategi menyeluruh.

“Membangun pasar lintas batas bukan semata proyek ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan. Jika masyarakat sejahtera, maka keamanan lebih mudah dijaga,” tegas Arvin.

Baca Juga:  'Habis Gelap, Terbitlah Jalan'

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, Putu Agus Eka Putra, yang menekankan pentingnya dukungan regulasi keimigrasian.

“Imigrasi siap mendukung lewat pemberian pas lintas batas yang lebih terarah. Dengan begitu, aktivitas di pasar berjalan legal, aman, dan menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Persaudaraan dan Stabilitas Kawasan

Bupati Belu menyebut perbatasan Indonesia-Timor Leste sebagai salah satu perbatasan teraman di dunia. Menurutnya, ikatan budaya dan bahasa yang sama menjadikan pasar rakyat sebagai jembatan persaudaraan sekaligus ruang ekonomi sehat.

Kegiatan Sharing Session tersebut melibatkan TNI, Polri, Bea Cukai, Karantina, BNPP PLBN Motaain, Pemda Belu, serta perwakilan dari Timor Leste. Beberapa rekomendasi yang dihasilkan antara lain perpanjangan jam operasional PLBN, peningkatan koordinasi antarinstansi, hingga usulan revisi perjanjian bilateral yang telah berlaku lebih dari satu dekade.

Baca Juga:  Kasau Serahkan Bantuan Kemanusiaan TNI AU dan PIA Ardhya Garini untuk Korban Gempa NTT

Menutup diskusi, Anggiat kembali menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi perbatasan.

“Pasar rakyat adalah motor ketahanan pangan, wadah persaudaraan dua bangsa, sekaligus benteng alami untuk menekan praktik ilegal. Dari perbatasan timur negeri, kita kirim pesan kuat kolaborasi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat adalah benteng sejati kedaulatan bangsa,” pungkas Anggiat.(red)

Berita Terkait

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda
Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya
AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat
Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya
Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata
Semangat Kemerdekaan, BNNK Lampung Selatan Gaungkan Gerakan BERSINAR
APRC Sumut 2026 Digelar di Perkebunan PTPN IV PalmCo, UMKM Lokal Rasakan Dampak Positif
Imigrasi Ponorogo Borong Enam Penghargaan, Buktikan Kinerja Makin Luar Biasa

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:13 WIB

AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB