Rusia: Ukraina jalankan misi nuklir yang mencurigakan

Selasa, 20 Juni 2023 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moskow, Mercinews.com– Kepala salah satu lembaga intelijen Rusia, Senin (19/6/2023) mengatakan dirinya berharap pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa menyelidiki aktivitas nuklir Ukraina, yang ia curigai sedang membuat bom kotor atau dirty bomb (bom radioaktif).

Sergei Naryshkin, kepala dinas intelijen asing (SVR) Rusia, tidak memberikan bukti dokumen untuk mendukung pernyataannya itu.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB, mengabaikan saran Naryshkin dan mengatakan semua pergerakan bahan nuklir sudah dilaporkan sepenuhnya.

Kementerian pertahanan Ukraina belum menanggapi permintaan komentar.

Ukraina pada masa lalu mengatakan pihaknya sangat bertanggung jawab dalam urusan tenaga nuklir, dan menuduh Rusia ceroboh dalam mengendalikan pembangkit nuklir Zaporizhzhia di Ukraina selatan.

Di lain sisi, Naryshkin mengatakan pihaknya memiliki informasi bahwa sejumlah bahan bakar iradiasi telah dikirim secara diam-diam dari pembangkit nuklir Rivne di Ukraina barat untuk dibuang di fasilitas penyimpanan bahan bakar bekas di Chernobyl.

Baca Juga:  Militer China dan Belarus mulai latihan perang dekat perbatasan Polandia

Dia mengatakan tindakan tersebut, yang tidak dapat diverifikasi oleh Reuters secara independen, mencurigakan dan hanya dapat dijelaskan oleh pihak Ukraina yang berniat membuat dirty bomb dengan menggabungkan bahan radioaktif dan bahan peledak konvensional.

Sebuah pernyataan IAEA menjelaskan dalam laporan awal bulan ini tentang pemindahan bahan bakar bekas dari Rivne ke Chernobyl dan mengetahui sepenuhnya materi tersebut.

Badan itu mengatakan pihaknya sudah mengetahui kegiatan transfer tersebut dan bahwa material itu “dilacak hingga ke tujuan akhirnya di pusat penyimpanan bahan bakar Chornobyl yang berada di bawah penjagaan IAEA”.

Baca Juga:  Jepang akan beri Ukraina peralatan energi senilai $40 juta

Rusia sebelumnya, tanpa memberikan bukti, menuduh Ukraina berencana menggunakan bom kotor –di tengah kekhawatiran kedua belah pihak bahwa pertempuran di sekitar pembangkit nuklir Zaporizhzhia bisa menyebabkan bencana.

Fasilitas itu direbut pasukan Rusia beberapa hari setelah mereka awal tahun lalu menginvasi Ukraina melalui pergerakan yang disebut Moskow sebagai bagian dari operasi militer khusus. []

Berita Terkait

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris
Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia
Arab Saudi Perkuat Layanan Kesehatan Jelang Puncak Haji di Tengah Ancaman Suhu Ekstrem
AWG Soroti Masa Depan Palestina dan Hukum Internasional dalam Seminar 78 Tahun Nakba
Alex Marquez Menang Sprint Race Catalunya, Persaingan Klasemen MotoGP 2026 Kian Sengit
Pria Bersenjata Penyerang Trump Hadapi Ancaman Penjara Seumur Hidup

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:52 WIB

Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:10 WIB

Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:37 WIB

Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:32 WIB

Arab Saudi Perkuat Layanan Kesehatan Jelang Puncak Haji di Tengah Ancaman Suhu Ekstrem

Berita Terbaru