Waduk Rajui kering di kawasan Padang Tiji jadi objek wisata baru di Pidie

Selasa, 30 April 2024 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sigli, Mercinews.com – Bendungan Waduk Rajui di kawasan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh, yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau dijadikan sebagai destinasi wisata oleh warga setempat karena keindahan rumput dan batu putihnya.

“Sekarang lokasi tersebut sudah menjadi tempat wisata sejak viral di media sosial,” kata Camat Padang Tiji Asriadi di Pidie, Selasa (30/4/2024)

Debit air yang susut drastis mengubah areal waduk itu mengering hingga menawarkan panorama alam yang indah karena ditumbuhi rumput hijau dan bebatuan kapur berwarna putih setelah terendam air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumput dan batu kapur itu menjadi daya tarik di Waduk Rajui sebagai tempat wisata dadakan setelah viralnya foto waduk tersebut di media sosial.

Sementara itu, pengunjung ke waduk itu masih, hal tersebut karena memang tidak adanya fasilitas pendukung lainnya seperti toilet dan jajanan di sana.

Baca Juga:  BPOM Aceh dan Pemkab Pidie Bentuk Tim Pengawasan Obat dan Makanan

Pengunjung berdatangan hanya sekedar mengambil foto, serta membawa makanan sendiri untuk di makan di atas batuan pinggiran bendungan sambari menikmati suasana.

Untuk mengabadikan momen, pengunjung harus turun ke dasar bendungan agar mendapatkan foto dengan latar belakang rumput hijau dikelilingi susunan batuan putih.

Bendungan Waduk Rajui itu juga dikelilingi pegunungan, dari sebelah kanan terlihat genangan air waduk yang tersisa sehingga memanjakan mata dengan panorama alam dari lereng perbukitan.

Sebelumnya, Waduk Rajui juga sempat viral di sosial media dengan latar foto air mengalir dari susunan tangga yang diapit dengan rumput dan pepohonan.

Keindahan bendungan Waduk Rajui juga membuat para fotografer mengajak para pengantin mengabadikan momen pra pernikahan dengan latar belakang alam yang ditawarkan dari waduk tersebut.

Untuk menuju ke lokasi wisata waduk, dapat dilintasi melalui jalan nasional Banda Aceh-Medan dengan jarak tempuh sekitar 2 jam.

Baca Juga:  Empat Siswa SLTA Bireuen Ikut Seleksi Paskibra Provinsi Aceh

Jika datang dari arah Kota Sigli, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 30 menit menggunakan sepeda motor.

Setelah sampai di Desa Mesjid Tanjong Kecamatan Padang Tiji, maka pengunjung cukup mencari gapura bertuliskan bendungan Rajui dari sisi kiri jalan.

Selanjutnya, pengunjung harus melewati jalan yang telah diaspal sekitar satu kilometer dari gapura tersebut.

Di sepanjang jalan, wisatawan juga akan melewati perkebunan jagung, pepaya, delima kristal dan ragam tumbuhan lainnya.

Untuk diketahui, Waduk Rajui tersebut dibangun dibangun oleh Kementerian PUPR pada 2011 lalu dan pengerjaannya diselesaikan pada 2013.

waduk Rajui tersebut mulai mengalami kekeringan sejak akhir Maret 2024 saat musim kemarau.

“Memasuki April, masyarakat sekitar mulai panen besar-besaran berupa ikan nila, lele dan ikan tawar lainnya,” kata Asriadi.

Baca Juga:  Turis Malaysia dominasi kunjungan wisman ke Aceh pada Februari 2024

Sekarang, lokasi tersebut sudah menjadi tempat wisata sejak viral di media sosial, dan mulai ramai kunjungi wisatawan lokal.

Dirinya mengingatkan, pengunjung waduk harus berhati-hati saat berada di lokasi, karena ada sebagian bukit di bendungan yang rawan longsor.

“Waduk Rajui yang longsor tersebut agar segera diperbaiki karena sangat berbahaya bagi pengunjung dan juga harus mendapatkan pemeliharaan agar selalu bersih dan bebas sampah,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga berharap adanya perbaikan tiang-tiang listrik di sepanjang bendungan itu yang kini sudah tidak berfungsi lagi.

Harusnya, permasalahan listrik secepatnya diserahkan ke pihak PLN untuk diperbaiki. Karena, tiang dan kabelnya sudah terpasang, tetapi untuk arusnya belum disalurkan oleh PLN.

“Masyarakat juga berharap supaya segera dilakukan serah terima dengan pihak PLN (terkait arus listrik) sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga,” demikian Asriadi. []

Antara

Berita Terkait

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training
Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik
Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk
BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang
Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun
 Timnas Jepang: Skuad Eksperimen Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Asisten Pemerintahan Abdya Buka Manasik Haji di Mesjid Agung Baitul Ghafur
Mualem dikabarkan sakit, jalani pemeriksaan kesehatan di Singapura

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:37 WIB

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:47 WIB

Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:27 WIB

Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:10 WIB

BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang

Jumat, 23 Mei 2025 - 08:29 WIB

Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB