Sebanyak 66 Pekerja Migran Meninggal di Malaysia, Hanya Satu yang Legal

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah PMI ilegal, Sili Namat, saat diberangkatkan ke kampung halamannya dengan KM Awu di Pelabahun Tenau, Kota Kupang, NTT, Senin (22/7/2024) sore. Foto: dok. BP3MI NTT

Jenazah PMI ilegal, Sili Namat, saat diberangkatkan ke kampung halamannya dengan KM Awu di Pelabahun Tenau, Kota Kupang, NTT, Senin (22/7/2024) sore. Foto: dok. BP3MI NTT

Kupang, Mercinews.com – Sebanyak 66 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal di Malaysia. Rinciannya, 49 pria dan 17 perempuan.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, Suratmi Hamida, menuturkan PMI asal Kabupaten Malaka yang tewas di Malaysia mencapai 11 orang, Belu (9), Sikka dan Ende masing-masing 6 orang. “Kalau untuk kabupaten lainnya masih berkisar antara 1-5 orang,” tuturnya kepada detikBali, Selasa (23/7/2024).

Baca Juga:  Harga Daging Meugang di Abdya Melambung

Suratmi menerangkan dari 66 PMI yang meninggal di Malaysia itu, hanya satu orang yang legal. “Sedangkan 65 orang lainnya secara nonprosedural (ilegal),” paparnya.

Sebelumnya, seorang PMI asal Desa Rondo Woing, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Sili Namat, dilaporkan meninggal dunia di Malaysia. Jenazah pria berusia 47 tahun itu tiba di Bandara El Tari Kupang, pada Senin (22/7/2024) lalu. Jasadnya kemudian diangkut menggunakan KM Awu menuju kampung halamannya.

Baca Juga:  AS Umumkan Bantuan Militer Senilai Rp 4,4 Triliun untuk Usir Rusia Dari Ukraina

Suratmi mengungkapkan Sili merupakan PMI ilegal. Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Duchess of Kent Sandakan, Sabah, Malaysia, pada Selasa (16/7/2024) karena sakit perdarahan pada otak. “Korban sudah bekerja selama 19 tahun di Malaysia dan jarang pulang ke kampung halamannya,” ujarnya.

(mc)

Sumber Berita : detikcom

Berita Terkait

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda
Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya
AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat
Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya
Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata
Semangat Kemerdekaan, BNNK Lampung Selatan Gaungkan Gerakan BERSINAR
APRC Sumut 2026 Digelar di Perkebunan PTPN IV PalmCo, UMKM Lokal Rasakan Dampak Positif
Imigrasi Ponorogo Borong Enam Penghargaan, Buktikan Kinerja Makin Luar Biasa

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:13 WIB

AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB