AS Umumkan Bantuan Militer Senilai Rp 4,4 Triliun untuk Usir Rusia Dari Ukraina

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menjatuhkan empat bom luncur UMPB D-30SN Rusia ke Angkatan Bersenjata Ukraina.

Foto: Menjatuhkan empat bom luncur UMPB D-30SN Rusia ke Angkatan Bersenjata Ukraina.

Kharkiv, Mercinews.com – Amerika Serikat (AS) akan memberikan paket bantuan militer baru senilai $275 juta atau sekitar 4,4 triliun rupiah kepada Ukraina untuk membantu negara yang terkepung itu mengusir serangan Rusia terhadap Kharkiv, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan pada Jumat (24/5/2024).

Departemen Luar Negeri AS mengatakan paket tersebut mencakup amunisi untuk HIMARS, peluru artileri 155 mm dan 105 mm, rudal, sistem anti-lapis baja, dan amunisi udara presisi.

“Bantuan dari paket-paket sebelumnya telah sampai ke garis depan, dan kami akan memindahkan bantuan baru ini secepat mungkin sehingga militer Ukraina dapat menggunakannya untuk mempertahankan wilayah mereka dan melindungi rakyat Ukraina,” kata pernyataan itu.

Dalam video pidato malam, Jumat (24/5), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dia mengunjungi Kharkiv pada hari sebelumnya dan bertemu dengan para pejabat militer, kepala layanan khusus, dan otoritas regional dan kota.

Zelenskyy mencatat bahwa pasukan Ukraina mengambil kendali pertempuran di wilayah perbatasan di bagian utara Kharkiv tempat pasukan Rusia menyerang bulan ini.

Baca Juga:  Kongres AS panik drone Rusia hancurkan tank tempur Abrams di Ukraina

Komentarnya berbeda dengan komentar Viktor Vodolatsky, anggota Duma Negara, atau majelis rendah parlemen Rusia. Vodolatsky, seperti dikutip kantor berita Tass, mengatakan pasukan Rusia menguasai lebih dari separuh wilayah Kota Vovchansk, 5 kilometer di dalam perbatasan Ukraina.

Vodolatsky dikutip mengatakan bahwa setelah Vovchansk diamankan, pasukan Rusia akan menargetkan tiga kota di wilayah Donetsk timur Ukraina, yaitu Sloviansk, Kramatorsk dan Pokrovsk.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan medan perang secara independen dari kedua belah pihak.

Baca Juga:  Netanyahu ajak AS bentuk aliansi baru mirip NATO di Timur Tengah, untuk lawan Iran

Rusia menyerang kereta api dan rel serta merusak bangunan di wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina sebagai bagian dari serangan balasan terkoordinasi terhadap Ukraina timur.

Operator kereta api nasional Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengatakan tidak ada korban cedera yang dilaporkan akibat serangan Rusia terhadap kereta api tersebut. Namun, pejabat setempat mengatakan pada Jumat bahwa mereka sedang mengevakuasi anak-anak dari daerah Kharkiv, yang telah diserang oleh pasukan Rusia.(*)

Sumber Berita : VOA/ Reuters /The Associated Press.

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB