Purbaya: Pemerintah Andalkan APBN Tahan Harga BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

Yogyakarta, Mercinews.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan kenaikan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Menkeu Purbaya mengatakan, hingga saat ini belum ada perhitungan untuk menaikkan harga BBM karena kondisi keuangan negara dinilai masih memadai.

“Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM karena kita punya anggaran yang cukup untuk mempertahankan harga saat ini,” ujar Purbaya usai mengunjungi Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa (17/3/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen untuk meredam dampak gejolak eksternal terhadap perekonomian domestik, khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat.

Ia menjelaskan, fungsi APBN sebagai shock absorber memungkinkan pemerintah menyerap tekanan dari lonjakan harga energi global tanpa harus langsung membebani masyarakat melalui kenaikan harga BBM.

Baca Juga:  Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat, PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Unggul

Purbaya menambahkan, dengan kondisi fiskal saat ini, pemerintah berpotensi mempertahankan harga minyak hingga akhir tahun, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan presiden.

“Dengan kondisi sekarang, kemampuan fiskal masih cukup untuk menjaga harga BBM tetap stabil, tergantung pada kebijakan yang diambil pemerintah,” katanya.

Di sisi lain, tekanan terhadap harga energi global terus meningkat. PT Pertamina (Persero) mencatat harga minyak dunia telah menembus angka 100 dolar AS per barel.

Baca Juga:  IVES Sebagai Jawaban Pemulihan ekonomi industri kreatif pasca covid

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga minyak yang dipengaruhi eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Kami terus memonitor dinamika harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran 100 dolar AS per barel,” ujarnya.

Kenaikan harga tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak pada pasokan dan distribusi energi global, sehingga mendorong tekanan harga di pasar internasional.(red)

Berita Terkait

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perluas Pasar Ekspor, Bidik 759.000 Ton CPO pada 2027
PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perkuat Akses Ekspor lewat InaExport
PTPN IV PalmCo Dampingi Peremajaan 49.077 Hektare Kebun Sawit Rakyat, Perkuat Kemitraan dari Hulu hingga Hilir
CPO PTPN IV PalmCo Diperkuat melalui Kemitraan dengan Petani
Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Usai Dicopot sebagai Menkeu
Suahasil Nazara Dilantik sebagai Menteri Keuangan Gantikan Purbaya
Dua Regional PTPN IV PalmCo Raih Penghargaan Kemitraan Sawit Rakyat
Abah Anton Charliyan Dorong Pengusaha Jiangxi Perkuat Investasi di Jawa Barat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:58 WIB

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perluas Pasar Ekspor, Bidik 759.000 Ton CPO pada 2027

Minggu, 27 September 2026 - 00:32 WIB

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perkuat Akses Ekspor lewat InaExport

Sabtu, 19 September 2026 - 09:22 WIB

PTPN IV PalmCo Dampingi Peremajaan 49.077 Hektare Kebun Sawit Rakyat, Perkuat Kemitraan dari Hulu hingga Hilir

Rabu, 16 September 2026 - 23:13 WIB

CPO PTPN IV PalmCo Diperkuat melalui Kemitraan dengan Petani

Rabu, 16 September 2026 - 21:22 WIB

Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Usai Dicopot sebagai Menkeu

Berita Terbaru