Polres Aceh Tamiang Tangkap 6 Tersangka Judi Online

Minggu, 30 Juni 2024 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muhammad Yanis

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muhammad Yanis

Kuala Simpang, Mercinews.com – Polres Aceh Tamiang telah menangkap enam orang yang terlibat judi online dalam dua bulan terakhir.

Keenamnya diringkus dari berbagai daerah dan umumnya saat main judi online di dalam warung kopi dalam wilayah hukum Polres Aceh Tamiang.

Adapun inisial tersangka yang ditangkap, yakni MR (22) warga Bundar, Karangbaru, Ard (33) warga Pantaitinjau, Sekerak, Sur (21 warga Grenggam, Kejuruan Muda.

Kemudian MF warga Benuaraja, Rantau serta FR dan DW, keduanya penduduk Seumadam, Kejuruan Muda.

Kemudian MF warga Benuaraja, Rantau serta FR dan DW, keduanya penduduk Seumadam, Kejuruan Muda.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muhammad Yanis mengatakan dari masing-masing tersangka turut diamankan barang bukti ponsel berisi situs judi online dan sejumlah uang dalam bentuk fisik dan non-fisik.

“Uang nonfisik ini berupa saldo yang tersimpan di dalam situs judi online,” kata Yanis melalui Kasat Reskrim Rifki Muslim, Minggu (30/6/2024).

Baca Juga:  10 warga Nagan Raya dilarikan ke rumah sakit diduga keracunan makanan

Dari pemeriksaan diketahui tersangka juga menjalankan praktik judi togel online. Transaksi perjudian ini pun sudah disita polisi untuk dijadikan barang bukti.

Rifki memastikan operasi pemberantasan judi ini akan terus dilakukan hingga pelosok kampung.

Hal ini tidak terlepas dari banyaknya laporan mengenai praktik perjudian online yang sudah merambah anak-anak di kampung.

“Atas arahan pimpinan, operasi ini akan kami tingkatkan,” ujarnya.

Sebelumnya Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muhammad Yanis berharap dukungan ulama dan kaum pendidik untuk menumpas peredaran judi.

Baca Juga:  Kodim 0101/Banda Aceh Gelar Bin Jaring Mitra Karib, Ini Tujuannya

Harapan ini berdasarkan realita tingginya usia anak sekolah menggunakan ponsel.

Ponsel menjadi media utama bermain judi online, jangan sampai anak-anak kita terkontaminasi. Di sinilah perlu dukungan ulama dan kaum pendidik,” kata Yanis.

Yanis juga berharap agar sekolah melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan ponsel di lingkungan pelajar. “Harus diawasi, jangan sampai kita kecolongan,” ujarnya.

(mc)

Sumber Berita : Serambi Indonesia

Berita Terkait

Mahasiswi ini sebelum lompat dari gedung lantai 12 cari cara bunuh diri, di Internet
Menteri AHY ungkap kasus mafia tana senilai Rp3,41 triliun di Jawa Tengah
Kejuaraan Provinsi Balap Motor IMI Aceh resmi Dimulai
Amrullah Jabat sebagai PJ Bupati Aceh Timur
Pj Wali Kota dan Bunda PAUD Sabang tinjau hari pertama masuk sekolah
Operasi Patuh Seulawah 2024 di Mulai, Sekda Sulaimi Hadiri Apel Pasukan di Aceh Besar
Illiza persiapan PON Aceh-Sumut lebih siap dibanding persiapan PON di Papua
Haji Uma Bantu Biaya Pendampingan Pasien Anak Aceh Timur di Rujuk ke RSUDZA
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 21:48 WIB

Mahasiswi ini sebelum lompat dari gedung lantai 12 cari cara bunuh diri, di Internet

Senin, 15 Juli 2024 - 17:19 WIB

Menteri AHY ungkap kasus mafia tana senilai Rp3,41 triliun di Jawa Tengah

Senin, 15 Juli 2024 - 16:17 WIB

Kejuaraan Provinsi Balap Motor IMI Aceh resmi Dimulai

Senin, 15 Juli 2024 - 16:04 WIB

Amrullah Jabat sebagai PJ Bupati Aceh Timur

Senin, 15 Juli 2024 - 15:50 WIB

Pj Wali Kota dan Bunda PAUD Sabang tinjau hari pertama masuk sekolah

Berita Terbaru

AFP melalui Getty Images

Olahraga

Pendapatan timnas dari Euro 2024 pun mulai diketahui

Senin, 15 Jul 2024 - 23:28 WIB