Pemkot Banda Aceh intervensi serentak pencegahan anak stunting

Jumat, 14 Juni 2024 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin dan TP PKK Banda Aceh Wardiati menyerahkan makanan dan buah-buahan untuk anak-anak di Gampong Alue Naga, Banda Aceh, Kamis (13/6/2024). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Banda Aceh)

Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin dan TP PKK Banda Aceh Wardiati menyerahkan makanan dan buah-buahan untuk anak-anak di Gampong Alue Naga, Banda Aceh, Kamis (13/6/2024). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Banda Aceh)

Banda Aceh Mercinews.com – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting di seluruh Posyandu daerah ibukota Provinsi Aceh itu secara berkelanjutan dalam upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan berdaya saing.

Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin di Banda Aceh, Kamis (13/6), mengatakan stunting merupakan masalah serius yang dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan anak secara individual, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karenanya, intervensi pencegahan perlu kita lakukan secara serius dan berkelanjutan agar ke depan tidak ada lagi anak anak kota Banda Aceh yang lahir dalam kondisi stunting,” katanya.

Kick off intervensi serentak pencegahan stunting di Banda Aceh diluncurkan langsung oleh Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin, bersama Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, Dandim 0101/KBA Kolonel CZi WidyaWijanarko dan Kajari Banda Aceh Suhendri serta unsur lainnya di Gampong Alue Naga.

Baca Juga:  Ini Pesan Keluarga untuk Thariq yang Akan Menikah dengan Aaliyah Massaid

Ia menjelaskan, program kick ff intervensi serentak pencegahan stunting dilakukan sesuai arahan Kementerian Kesehatan, yang dilaksanakan pada Juni secara serentak di seluruh daerah dengan melibatkan berbagai pihak dan unsur terkait.

“Tentu ini menjadi bukti komitmen kita bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Upaya ini, tentunya kita memerlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, akademisi, maupun masyarakat,” ujarnya.

Amiruddin mengapresiasi semua pihak di Banda Aceh yang telah bekerja keras, sehingga mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dari tahun 2022 sampai 2023 sebesar 3,6 persen.

Kata dia, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka prevalensi stunting Banda Aceh tahun 2022 sebesar 25,1 persen, dan turun menjadi 23,4 persen di tahun 2023.

Baca Juga:  Teuku Riefky sebut Koalisi perubahan di Aceh suara Anies tembus 90 persen di Pilpres

“Capaian ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi semua pihak yang terlibat dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.

Ia menambahkan, program seperti pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi kepada ibu hamil dan menyusui, serta peningkatan akses layanan kesehatan adalah beberapa contoh nyata dari upaya penurunan angka stunting di Banda Aceh.

“Namun demikian, saya ingin tekankan, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah semata, partisipasi aktif masyarakat sangat lah penting,” katanya.

Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta memastikan realisasi 10 hal dalam intervensi serentak pencegahan stunting di Kota Banda Aceh, yakni memastikan dilakukan pendataan seluruh calon pengantin (catin), ibu hamil, dan balita yang ada di wilayah kerjanya untuk menjadi sasaran.

Baca Juga:  Partai Konservatif menderita kalah bersejarah dalam Pemilu Parlemen Inggris

“Kemudian memastikan calon pengantin yang belum didata, ibu hamil, dan balita hadir di posyandu,” ujarnya.

Selanjutnya memastikan alat antropometri berstandar tersedia di posyandu, memastikan seluruh kader posyandu memiliki keterampilan dalam penimbangan dan pengukuran yang benar menggunakan antropometri berstandar, mampu memberikan edukasi kepada catin, ibu hamil, dan balita.

Kemudian memastikan PMT pangan lokal diterima ibu hamil dan balita, memastikan seluruh catin, ibu hamil, dan balita diberikan edukasi di posyandu, memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam sistem informasi di hari yang sama.

“Serta memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengukuran dan intervensi dan memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi serentak,” ujarnya.

(mc)

Berita Terkait

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training
Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik
Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk
BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang
Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun
 Timnas Jepang: Skuad Eksperimen Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Asisten Pemerintahan Abdya Buka Manasik Haji di Mesjid Agung Baitul Ghafur
Mualem dikabarkan sakit, jalani pemeriksaan kesehatan di Singapura

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:37 WIB

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:47 WIB

Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:27 WIB

Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:10 WIB

BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang

Jumat, 23 Mei 2025 - 08:29 WIB

Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun

Berita Terbaru

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Foto: Dok. Anadolu)

Dunia

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agu 2026 - 23:18 WIB