Negara NATO Khawatir China Akan Persenjatai Rusia dalam Perang Ukraina

Rabu, 22 Februari 2023 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brussels, Mercinews.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengulang kekhawatiran Amerika Serikat (AS) soal China bisa saja memasok persenjataan kepada Rusia untuk membantu perangnya di Ukraina.

“Presiden (Vladimir) Putin yang memulai perang penaklukan kekaisaran ini. Putin yang terus meningkatkan perang,” cetus Stoltenberg dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (22/2/2023).

“Kami juga semakin khawatir bahwa China mungkin berencana memberikan dukungan yang mematikan bagi perang Rusia,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekhawatiran itu diungkapkan Stoltenberg setelah menghadiri pertemuan dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Dmytro Kuleba yang membahas rencana untuk meningkatkan pasokan amunisi dari negara-negara Barat ke Ukraina.

Baca Juga:  AS sebut Ukraina tidak akan bisa mendapatkan kembali wilayah yang hilang

Sekutu-sekutu Barat mengkhawatirkan mereka tertinggal dalam memasok peluru yang cukup untuk artileri Ukraina demi menangkis serangan terbaru Rusia.

Di sisi lain, jika kekhawatiran Barat — pertama kali diungkapkan oleh AS — soal China bersiap mengirimkan persenjataan ke Rusia terwujud, maka Barat bisa akan semakin tertinggal dalam perlombaan pasokan senjata yang terus meningkat.

Baca Juga:  Kereta api zat berbahaya tergelincir dan terbakar di Maine AS

Dalam pernyataannya, Borrell selaku kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa menyatakan dirinya telah mengangkat isu ini dalam pembicaraan dengan diplomat top China Wang Yi dan menerima jaminan bahwa Beijing tidak akan memasok senjata ke negara manapun yang sedang berperang.

“Kita harus tetap waspada, tapi sejauh yang saya ketahui, tidak ada bukti bahwa China telah melakukan apa yang mereka klaim tidak dilakukan,” ujar Borrell.

Kekhawatiran AS diungkapkan oleh Menlu Antony Blinken dalam wawancara dengan program CBS ‘Face The Nation’ saat menuding China sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan pasokan senjata ke Rusia.

Baca Juga:  Serangan drone Ukraina besar-besaran di wilayah Lipetsk Rusia

Blinken juga memperingatkan Beijing bahwa pasokan apapun terhadap Moskow ‘akan menyebabkan masalah serius’.

Menanggapi Blinken, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin menyampaikan kecaman keras. “Amerika Serikatlah dan bukan China yang tanpa henti mengirimkan senjata ke medan perang,” cetus Wang ketika ditanya tentang klaim AS.

Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, pada Senin (20/2), memperingatkan bahwa perang dunia bisa terjadi jika China mendukung Rusia dalam perang di negaranya.(*)

Berita Terkait

Indonesia Berperan Besar Membentuk Tata Kelola Global Berkeadilan
PTPN IV PalmCo Hadir di COP30 Brasil, Tampilkan Transformasi Sawit Rendah Emisi melalui Biogas POME
Zohran Mamdani: Wali Kota New York yang Ingin Tegakkan Hukum Internasional
Timor-Leste Resmi Jadi Anggota ke-11 ASEAN, Babak Baru Kerja Sama Kawasan
Polisi Malaysia Gerebek Sindikat Perdagangan Manusia, 49 WNI Disekap
Ricuh di Peru! Pemerintah Umumkan Keadaan Darurat Setelah Demo Gen Z Meluas
Alhamdulillah, Paket Bantuan dari Indonesia Akhirnya Tiba di Gaza
Sultan Banten Apresiasi dan Dukung Global Sumud Flotilla Tembus Blokade Israel

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 23:03 WIB

Indonesia Berperan Besar Membentuk Tata Kelola Global Berkeadilan

Senin, 17 November 2025 - 15:51 WIB

PTPN IV PalmCo Hadir di COP30 Brasil, Tampilkan Transformasi Sawit Rendah Emisi melalui Biogas POME

Rabu, 5 November 2025 - 23:45 WIB

Zohran Mamdani: Wali Kota New York yang Ingin Tegakkan Hukum Internasional

Minggu, 26 Oktober 2025 - 17:18 WIB

Timor-Leste Resmi Jadi Anggota ke-11 ASEAN, Babak Baru Kerja Sama Kawasan

Jumat, 17 Oktober 2025 - 23:19 WIB

Polisi Malaysia Gerebek Sindikat Perdagangan Manusia, 49 WNI Disekap

Berita Terbaru