Mayat diduga komandan Hizbullah ditemukan di bawah reruntuhan di Beirut

Kamis, 1 Agustus 2024 - 00:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reruntuhan sebuah Bangunan Setelah serangan udara  Israel di Beirut, Lebanon pada hari Selasa 30 juli 2024,

Reruntuhan sebuah Bangunan Setelah serangan udara Israel di Beirut, Lebanon pada hari Selasa 30 juli 2024,

Beirut, Mercinews.com – Jenazah Diduga komandan tinggi gerakan Hizbullah Lebanon, Fuad Shukr, ditemukan di bawah reruntuhan di Beirut, kata sumber lokal

“Mayat komandan Hizbullah Fuad Shukr ditemukan di bawah reruntuhan sebuah bangunan di pinggiran selatan Beirut,” kata sumber badan tersebut.

Fouad Ali Shukr Kiri dan Hassan Nasrallah kanan/ Foto: Telegram Gaza

Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan likuidasi Shukr pada Rabu 31 juli malam. Sebaliknya, gerakan Hizbullah membenarkan bahwa pemimpin militer tersebut berada di sebuah gedung di pinggiran kota Beirut, yang diserang oleh militer Israel, namun belum ada kabar mengenai nasibnya.

Menurut Media Israel, Hizbullah mengonfirmasi kematian Fuad Shukr, komandan militer paling senior tersebut, yang menjadi sasaran serangan Israel kemarin di Beirut.

Pengumuman ini disampaikan lebih dari sehari setelah serangan udara, yang menurut IDF telah menewaskan Shukr.

Selama 24 jam terakhir, Hizbullah tidak melakukan serangan apa pun terhadap Israel utara.

Baca Juga:  AS kirim kapal induk dan satu skuadron pesawat tempur ke Timur Tengah

Hizbullah mengatakan pemimpinnya, Hassan Nasrallah, akan menyampaikan pidato pada kesempatan pemakaman Fuad Shukr besok.

Sebuah poster yang dikeluarkan oleh Hizbullah pada tanggal 31 Juli 2024, mengumumkan kematian Fuad Shukr, komandan militer paling senior, dalam serangan udara Israel di Beirut sehari sebelumnya. (Kantor media Hizbullah)

Menurut laporan media Arab, Shukr menjabat sebagai kepala penasihat militer Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrullah.

Israel melancarkan serangan di pinggiran selatan kota Beirut pada hari Selasa 30 juli 2024,  waktu setempat.

Setidaknya empat orang tewas dan 74 lainnya luka-luka. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka menyerang ibu kota Lebanon untuk melenyapkan seorang komandan senior Hizbullah, yang dianggap Israel bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 12 anak tersebut.

Baca Juga:  Sejumlah Negara Sebut, Gaza menunjukkan kegagalan sistem internasional

AS menjatuhkan sanksi terhadap Shukr pada tahun 2015 dan menawarkan hadiah $5 juta bagi orang yang memberikan informasi tentangnya, menurut situs web Rewards for Justice.

Washington menuduh komandan Hizbullah ikut serta dalam serangan terhadap sasaran Amerika, khususnya pemboman barak Marinir AS di Beirut pada tahun 1983, yang menewaskan lebih dari 240 tentara AS.

(m/c)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB