Kenangan Teuku Markam, Juragan Aceh Penyumbang 28 Kg Emas di Puncak Monas

Minggu, 5 Maret 2023 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercinews.com – Siapa tak kenal dengan Monas atau Monumen Nasional. Tugu ini dibangun guna mengenang sejarah perjuangan Indonesia hingga akhirnya bisa merdeka dari Kolonial Belanda.

Monas sendiri merupakan proyek mercusuar kebanggaan Presiden Soekarno. Monas dibangun saat Indonesia masih dalam kondisi ekonomi yang sulit lantaran baru seumur jagung jadi negara berdaulat.

Gagasan Monas sudah ada sejak 1954. Namun pembangunannya baru bisa dicanangkan pada tahun 1961, sementara penyelesaiannya dilakukan di tengah situasi peralihan politik menuju Orde Baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arsiteknya adalah Frederich Silaban yang juga merancang desain pembangunan Masjid Istiqlal. Frederich juga dibantu arsitek lain yaitu Soedarsono dan Rooseno.

Pembangunan Monas bahkan sempat terbengkalai pada 1966-1972. Pembangunan kemudian dilanjutkan di era Presiden Soeharto hingga selesai dan resmi dibuka pada tahun 1975.

Baca Juga:  IPTI: Jangan Hapus Luka Mei 1998 demi Kepentingan Politik

Soekarno sendiri belakangan meninggal dunia pada Juni tahun 1970 selama masa pengasingan di Wisma Yaso.

Ini berarti, sang pencetus Monas tak bisa melihat Tugu Monas selesai dibangun hingga akhir hayatnya.

Emas Teuku Markam

Salah satu bagian paling menarik dari Monas adalah emasnya yang berbobot lebih 30 kilogram.

Seorang pengusaha asal Aceh, Teuku Markam, rela menyumbang sampai 28 kilogram emas saat awal pembangunan Monas.

Pada puncak bangunan yang menjulang setinggi 132 meter, terdapat nyala obor yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan dilapisi emas murni seberat 35 kilogram (yang kini terus dilapisi hingga menjadi 50 kilogram).

Baca Juga:  Fadli Zon Jawab Kritik: Sejarah Indonesia Tidak Menghapus Jejak Perempuan

Uang patungan proyek Monas lainnya berasal dari sumbangan wajib pengusaha bioskop dari seluruh pelosok Tanah Air.

Sepanjang November 1961-Januari 1962 tercatat 15 bioskop menyumbang Rp 49.193.200,01.

Bioskop Parepare, Sulawesi Selatan, misalnya, menyumbang Rp 7.700,60; bioskop Watampone, Sulawesi Selatan, Rp 1.364,20; dan bioskop Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rp 884.528,85.

Teuku Markam merupakan keturunan Uleebalang yang lahir tahun 1925 di Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara dan dinamai Teuku Marhaban.

Teuku Markam sendiri sudah lama dikenal sebagai pengusaha yang dekat dengan Soekarno.

Dia pernah berdinasi di militer sebelum kemudian banting setir menjadi saudagar karena merasa tak cocok dengan dinas militer.

Dalam perjalanannya sebagai pengusaha kaya raya di awal kelahiran Republik, Teuku Markam banyak terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa. Dia mendirikan perusahaan perdagangan bernama PT Markam.

Baca Juga:  Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini 19 April Naik Tajam

Namun karena kedetakannya dengan Soekarno pula, yang membuat nasibnya berubah drastis di era Presiden Soeharto.

Tahun 1966, dirinya pernah dipenjara oleh rezim Orde Baru tanpa proses pengadilan.

Sebagian aset perusahaannya, PT Markam, kemudian diambil alih pemerintah dan menjadi cikal bakal BUMN yang kini bernama PT Berdikari (Persero).

Dalam sejumlah sumber disebutkan Monas diresmikan pada 12 Juli 1975. Namun, dari penelusuran pemberitaan dan dokumen, tak ada acara peresmian Monas.

Kawasan Monas dibuka untuk umum melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin Nomor Cb.11/1/57/72 tanggal 18 Maret 1972. (*)

Berita Terkait

Kemenkum Bali Dukung Sinergi Kebijakan Ekonomi di Forum Tahunan BI 2025
PalmCo Sukses Raih ESG Awards 2025 Berkat Energi Terbarukan dan Tata Kelola Berkelanjutan
JKI 2025 Medan: PTPN IV dan UMKM Bersinergi Perkuat Ekonomi Lokal
Transformasi Bisnis Berbuah Manis, Dividen PalmCo Tembus Rp 1,5 Triliun
Garuda Indonesia Utamakan Efisiensi, Glenny Tunda Penambahan Pesawat Baru
Qomafi Farm Dorong Inovasi, Peternakan Rakyat Kian Jadi Penopang Ekonomi Desa
Glenny Kairupan: Tambahan Modal dari Danantara Jadi Tonggak Transformasi Garuda Indonesia
Rupiah Melemah, Dolar AS Menguat ke Level Rp 16.645

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:10 WIB

Kemenkum Bali Dukung Sinergi Kebijakan Ekonomi di Forum Tahunan BI 2025

Minggu, 30 November 2025 - 22:49 WIB

PalmCo Sukses Raih ESG Awards 2025 Berkat Energi Terbarukan dan Tata Kelola Berkelanjutan

Senin, 24 November 2025 - 23:43 WIB

JKI 2025 Medan: PTPN IV dan UMKM Bersinergi Perkuat Ekonomi Lokal

Kamis, 20 November 2025 - 21:11 WIB

Transformasi Bisnis Berbuah Manis, Dividen PalmCo Tembus Rp 1,5 Triliun

Sabtu, 15 November 2025 - 14:32 WIB

Garuda Indonesia Utamakan Efisiensi, Glenny Tunda Penambahan Pesawat Baru

Berita Terbaru