Jakarta, Mercinews.com – Tanah air berduka. Jenderal TNI Purn. Ryamizard Ryacudu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, mengembuskan nafas terakhir pada Minggu, 31 Mei 2026.
Pria kelahiran Palembang Sumatera Selatan ini wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, sekitar pukul 14.03 WIB dalam usia 76 tahun.
Kabar duka ini dikonfirmasi resmi Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karier Militer: Prajurit Infanteri sampai Puncak TNI AD
Lulusan Akabri Matra Darat 1974 ini mengabdi 31 tahun di TNI AD, 1974-2005, dengan pangkat terakhir Jenderal TNI. Nama Ryamizard mulai dikenal saat menjabat posisi strategis mulai Pangdam V/Brawijaya (1999), Pangdam Jaya/Jayakarta (1999-2000), Pangkostrad ke-26 (1 Agustus 2000 – 4 Juni 2002) hingga Kepala Staf TNI AD ke-23 (4 Juni 2002 – 18 Februari 2005).
Sebagai KSAD, Ryamizard memimpin TNI Angkatan Darat di era Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Setelah pensiun dari militer, Ryamizard dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pertahanan RI ke-25. Masa jabatan: 27 Oktober 2014 – 20 Oktober 2019. Ia menggantikan Purnomo Yusgiantoro dan posisinya kemudian digantikan Prabowo Subianto.
Selama lima tahun memimpin Kemhan, fokus beliau pada modernisasi alutsista dan penguatan pertahanan negara.
Ryamizard Ryacudu dikenal sebagai prajurit baret merah infanteri dengan karakter tegas. Dari Kodam sampai Mabes AD, lalu ke Istana sebagai Menhan, beliau menghabiskan hidup untuk pertahanan dan kedaulatan RI.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI, Kemhan, dan bangsa Indonesia.(red)






