Jejak Sesar Tokararu di Balik Rangkaian Gempa Poso

Selasa, 19 Agustus 2025 - 23:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Dok.BMKG

Foto:Dok.BMKG

POSO, SULTENG-MERCINEWS.COM – Guncangan gempa bermagnitudo 5,8 kembali mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu (17/8/2025) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Tokararu, salah satu patahan aktif di wilayah Sulawesi Tengah.

Gempa berpusat di darat, sekitar 18 kilometer barat laut Poso dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Getaran kuat dirasakan warga di sejumlah kecamatan, seperti Poso Pesisir, Masani, Tokorondo, Towu, hingga Lape. Warga sempat berhamburan keluar rumah karena khawatir akan gempa susulan.

Sesar Tokararu merupakan salah satu dari 37 sumber gempa di Sulawesi Tengah. Patahan ini masuk kategori sesar naik (thrust fault) yang secara ilmiah memiliki potensi memicu gempa dengan magnitudo hingga 7–7,2. BMKG menegaskan, aktivitas sesar ini masih berlanjut dan menjadi salah satu penyebab utama gempa di kawasan Poso.

“Karakteristik Sesar Tokararu memang rawan memicu guncangan kuat. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangannya.

Sejarah mencatat, Sesar Tokararu beberapa kali dikaitkan dengan gempa signifikan. Pada 29 Mei 2017, Kabupaten Poso pernah diguncang gempa bermagnitudo 6,6. Hasil kajian ilmiah menunjukkan gempa tersebut berkaitan dengan interaksi zona Palolo–Sausu dan segmen Tokararu.

Baca Juga:  Satu Prajurit Kostrad Tewas Baku Tembak dengan KKB di Nduga Papua

Beberapa tahun kemudian, tepatnya 19 Mei 2021, gempa bermagnitudo 3,5 mengguncang wilayah Tambarana, Poso Pesisir. BMKG saat itu kembali menegaskan bahwa sumber gempa berkaitan dengan pergerakan Sesar Tokararu yang masih aktif.

Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan bahwa patahan ini memiliki peran besar dalam dinamika kegempaan di Sulawesi Tengah.

Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Sulawesi Tengah sendiri dikenal sebagai wilayah rawan bencana karena dilalui oleh sejumlah sesar aktif, termasuk Poso Barat, Poso, dan Tokararu. Para pakar kebumian menekankan pentingnya mitigasi bencana berbasis komunitas, terutama di daerah yang berdekatan dengan jalur sesar.

Baca Juga:  PJ Bupati Abdya Lantik 6 Pimpinan Tinggi Pratama

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga diharapkan selalu memperhatikan arahan resmi dari instansi terkait, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi kemungkinan gempa susulan.

“Gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti. Namun, kesiapsiagaan dan pemahaman terhadap potensi bahaya bisa mengurangi risiko,” tegas BMKG.

Dengan kembali aktifnya Sesar Tokararu, masyarakat Poso diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Jejak panjang patahan ini menjadi pengingat bahwa Poso berada di wilayah yang secara geologis dinamis, sekaligus rentan terhadap gempa bumi.(red)

Berita Terkait

Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol
Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan
Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur
Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal
Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan
Insinerator PARK PYRO Berkapasitas 20 Ton per Hari Siap Beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)
PTPN IV PalmCo Perkuat Patroli Antisipasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
PTPN IV PalmCo Lindungi 550 Pekerja Rentan di Kalbar dengan BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal

Senin, 28 September 2026 - 23:58 WIB

Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB